POJOKSATU,ID - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya terhadap urusan dalam negeri sebelum melangkah ke panggung internasional.
Sebelum bertolak ke Sydney, Australia, ia memilih menunda keberangkatan selama dua jam demi memimpin rapat penting di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Kabar ini dibagikan langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet.
Baca Juga: Rezeki Akhir Tahun Guru ASN: TPG, THR, dan Gaji 13 Cair Serentak 100 Persen
Dalam unggahan tersebut, Teddy menulis bahwa Presiden Prabowo menunda jadwal penerbangannya selama dua jam untuk memimpin rapat khusus di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.
Rapat yang berlangsung menjelang keberangkatan ke Australia itu dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.
Di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Guru Harap-Harap Cemas, Kemenkeu Sebut Cuma Daerah Ini yang Dapat TPG 100 Persen dalam THR!
Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, dan Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Pertemuan tersebut disebut sebagai rapat terbatas dengan agenda strategis, yang dilaksanakan mendadak sebelum Presiden melanjutkan agenda kenegaraan di Sydney.
Meski tidak dijelaskan secara rinci topik yang dibahas, sejumlah sumber di lingkaran Istana menyebutkan bahwa rapat tersebut membahas isu sensitif terkait pengawasan dan keuangan negara.
Baca Juga: Bupati Saepul Bahri Tinjau Layanan Publik Keliling di Sindangpanon, Warga Antusias
Penundaan ini menunjukkan gaya kepemimpinan Prabowo yang dikenal tegas dan fokus pada detail.
Meskipun memiliki jadwal padat di luar negeri, ia memilih memastikan agenda dalam negeri tetap tertangani.
Keberangkatan ke Sydney sendiri merupakan kunjungan kenegaraan satu hari untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia Australia, terutama di bidang pertahanan dan ekonomi.
Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam pertemuan yang akan membahas sejumlah kesepakatan strategis.
Baca Juga: Naik Rp100 Ribu per Bulan, Begini Skema Tambahan Tunjangan untuk Guru Non ASN di 2026
Rapat mendadak di Halim memperlihatkan keseriusan Presiden dalam menjaga koordinasi lintas lembaga.
Dengan kehadiran tokoh-tokoh penting seperti BPKP dan PPATK, pertemuan tersebut diyakini menyangkut pengawasan keuangan dan tata kelola pemerintahan menjelang tahun anggaran baru.
Langkah ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran ingin menegaskan transparansi dan akuntabilitas sebagai prioritas awal masa jabatan mereka.
Baca Juga: TPG Triwulan IV Guru ASN Cair Bertahap Mulai 12 November, Ini Tahapan dan Mekanismenya
Keputusan Presiden Prabowo menunda penerbangan hanya demi memimpin rapat internal memperlihatkan gaya kepemimpinan yang disiplin dan mengutamakan tanggung jawab.
Meski agenda luar negeri sudah menanti, ia memastikan urusan strategis dalam negeri tetap menjadi prioritas utama.***




