POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti maraknya fenomena pakar yang kerap berbicara tanpa dasar yang jelas di berbagai platform podcast dan media sosial.

Menurut Prabowo, kemajuan teknologi informasi memang membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan tantangan serius ketika opini disampaikan secara serampangan tanpa tanggung jawab.

Prabowo menilai, saat ini siapa pun dapat dengan mudah tampil sebagai pakar dan menyampaikan pandangan seolah-olah paling memahami suatu persoalan, termasuk soal kebijakan negara maupun arah pemikiran pemimpin nasional.

Baca Juga: Anggaran Rp90 Miliar Raib, TPP ASN Boalemo Tak Akan Dibayarkan?

Padahal, tidak sedikit dari pernyataan tersebut justru menyesatkan publik.

Dalam pernyataannya, Prabowo bahkan menyindir pihak-pihak yang mengklaim selalu mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya.

Ia menyebut, banyak orang merasa paling paham tentang dirinya hanya dengan mengandalkan analisis di podcast atau media sosial.

Baca Juga: Gaji Januari Mandek, ASN Sumenep Terhimpit Cicilan dan Biaya Harian

“Kalau mau tahu saya berpikir apa, katanya tinggal lihat podcast. Tapi yang keluar malah ngawur,” ujar Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari kumparan.com (6/1/2026).

Menurut Prabowo, kebebasan berpendapat harus diiringi dengan tanggung jawab moral dan intelektual.

Ia mengingatkan bahwa opini publik yang dibangun tanpa data dan pemahaman yang benar berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga: TPP ASN Ternate Aman! Wali Kota Tegaskan Tak Ada Pemotongan Meski TKD Dikurangi

Prabowo menekankan bahwa kritik dan analisis merupakan bagian penting dalam demokrasi.

Namun, ia berharap diskursus publik tetap berlandaskan fakta, data, dan niat baik untuk membangun bangsa, bukan sekadar mencari sensasi atau popularitas.

Selain menyinggung soal maraknya pakar dadakan, Prabowo juga menegaskan pandangannya tentang posisi Indonesia di mata dunia.

Baca Juga: Viral! Kesal Sapi Dicuri Saat Pulang ke Kandang, GPS Jadi Senjata Ibu Ini, Pencuri Akhirnya Tertangkap

Dalam pidatonya pada perayaan Natal Nasional 2025, ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya jika dilihat dari perspektif geopolitik global.

Menurut Prabowo, banyak analis geopolitik dunia menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, posisi strategis, serta potensi besar yang tidak dimiliki banyak negara lain.

Namun, kekayaan tersebut sekaligus menjadi tantangan besar bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: Selain Gaji Pokok, Ini Deretan 13 Tunjangan ASN yang Melekat dan Tidak Melekat di Gaji

“Tantangan kita adalah bagaimana menjaga dan mengelola kekayaan itu agar benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, kekayaan negara tidak akan berarti jika tidak dikelola dengan baik dan adil.

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk fokus pada kerja nyata, memperkuat persatuan, dan menghindari perdebatan yang tidak produktif.

Baca Juga: Pengabdian PPPK Jadi Perhatian, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Pengangkatan PNS

Prabowo juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemikiran yang jernih, kritik yang membangun, serta komitmen bersama untuk membawa negara ini menuju kesejahteraan yang merata.

Pernyataan Prabowo tersebut pun menuai perhatian publik, terutama di tengah maraknya diskusi politik di ruang digital.

Baca Juga: Calon Pelamar Wajib Tahu! Ini Batas Usia dan Pengalaman Kerja PPPK Kemenham 2026

Kritiknya terhadap pakar yang asal bicara dinilai sebagai peringatan agar ruang publik diisi dengan gagasan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan bangsa.***