POJOKSATU.ID - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam mengatasi kelaparan dan malnutrisi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia bahkan menyebut investasi pada program tersebut berpotensi memberikan manfaat ekonomi hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Business Summit Amerika Serikat–Asean di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: JANGAN PANIK! Info GTK Tidak Bisa Diakses Bisa Jadi Tanda SKTP Sedang Diproses, Ini Penjelasannya
Dalam forum tersebut, Prabowo menjelaskan bahwa program MBG terinspirasi dari praktik di Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa yang telah lama menyediakan makan gratis bagi pelajar.
Menurutnya, demokrasi harus menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat, terutama melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas.
Ia menyoroti fakta bahwa sekitar 25 persen anak Indonesia masih mengalami stunting atau tengkes.
Baca Juga: Guru PPPK Sekolah Garuda Diproyeksikan Jadi PNS, CPNS 2026 Beri Afirmasi
“Saya baru tahu bahwa 25 persen anak-anak kami mengalami stunting. Sel otak mereka tidak optimal, begitu juga sel tulang dan otot mereka. Mereka akan menjadi sangat lemah secara fisik saat tumbuh dewasa. Kita tidak bisa menerima ini,” tegas Prabowo, dikutip pojoksatu.id dari bisnis.com.
Ia membantah anggapan bahwa MBG merupakan pemborosan anggaran.
Presiden menegaskan pendanaan program berasal dari efisiensi belanja negara melalui pemangkasan inefisiensi dan potensi penyalahgunaan dana.
Baca Juga: Guru PPPK Sekolah Garuda Diproyeksikan Jadi PNS, CPNS 2026 Beri Afirmasi
Prabowo juga mengutip temuan lembaga riset Amerika Serikat yang menyebutkan setiap satu dolar yang diinvestasikan untuk program makan gratis anak dapat menghasilkan manfaat ekonomi minimal tujuh dolar, bahkan hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang.
“Untuk setiap satu dolar yang dihabiskan, imbal hasilnya setidaknya tujuh dolar, bahkan bisa mencapai 35 kali lipat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dampak ekonomi program tersebut mulai terasa. Konsumsi domestik pada Januari 2026 disebut menjadi yang tertinggi dalam 10 hingga 15 tahun terakhir.
Sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Apindo juga melaporkan peningkatan aktivitas ekonomi.
Saat ini, pemerintah telah membangun sekitar 23.000 dapur MBG di berbagai daerah. Setiap dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang, terutama di desa-desa.
Baca Juga: Kasus Fandi Ramadhan Narkoba 2 Ton Diatensi Hotman Paris, Pertanyakan Siapa Pemilik Kapal dan Kapten
Program ini juga meningkatkan permintaan bahan pangan lokal seperti telur, ayam, dan sayuran, sehingga menciptakan efek pengganda ekonomi di pedesaan.
Prabowo menilai MBG tidak hanya memperkuat ketahanan pangan dan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mendorong stabilitas sosial melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menutup pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa masih banyak capaian pemerintahannya yang bisa disampaikan, namun ia memilih menyoroti program prioritas yang berdampak langsung bagi rakyat.***




