POJOKSATU.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmennya terhadap perlindungan lingkungan, khususnya di kawasan Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengingatkan agar pesona alam Raja Ampat yang telah mendunia tidak rusak akibat aktivitas pariwisata yang tidak dikelola secara bijak dan bertanggung jawab.
Raja Ampat dikenal sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di dunia.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Kekayaan terumbu karang, biota laut, hingga bentang alamnya menjadikan kawasan ini magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
Namun di balik popularitas tersebut, Prabowo menilai ada risiko besar jika peningkatan kunjungan wisata tidak diiringi dengan pengawasan dan regulasi yang ketat.
Presiden secara khusus meminta pemerintah daerah, terutama Bupati Raja Ampat, untuk berperan aktif memastikan pengelolaan sektor pariwisata berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.
"Lonjakan jumlah wisatawan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kelestarian lingkungan", tulis akun Instagram @bushcoo, Rabu 17 Desember 2025 dikutip pojoksatu.id.
Laut, terumbu karang, dan seluruh ekosistem Raja Ampat harus tetap dijaga demi generasi mendatang.
Prabowo menekankan bahwa kerusakan lingkungan di Raja Ampat bukan hanya kerugian bagi masyarakat lokal, tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.
Sebab, kawasan ini merupakan aset strategis bangsa yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan reputasi internasional yang sangat tinggi.
Jika rusak, dampaknya tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat.
Selain itu, Presiden juga menyoroti kondisi geografis Papua yang menantang.
Baca Juga: Wagub Banten Salurkan Bantuan Bedah Rumah di Pandeglang, 13 Warga Terima RLHB Baznas
Meski memiliki tantangan infrastruktur dan aksesibilitas, wilayah ini menyimpan potensi alam luar biasa yang jarang dimiliki daerah lain.
Raja Ampat menjadi contoh nyata bagaimana alam Papua mampu menarik perhatian dunia, asalkan dikelola dengan pendekatan yang tepat.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan pariwisata seharusnya tidak semata mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek. Prinsip kehati-hatian, pembatasan jumlah wisatawan.
Serta edukasi kepada pelaku wisata dinilai penting agar aktivitas pariwisata tidak berubah menjadi ancaman bagi lingkungan.
Prabowo juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat lokal.
Menurutnya, menjaga Raja Ampat bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama.
Masyarakat setempat harus dilibatkan sebagai garda terdepan dalam menjaga alam sekaligus merasakan manfaat ekonomi secara adil.
Dengan penegasan ini, Prabowo berharap Raja Ampat tetap menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.
Keindahan alamnya harus diwariskan dalam kondisi utuh, bukan ditinggalkan sebagai kisah tentang surga yang rusak akibat kelalaian manusia.***




