POJOKSATU.ID - Di tengah situasi nasional yang masih dipenuhi berbagai tekanan ekonomi dan bencana alam yang belum sepenuhnya tertangani.
Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan keras yang memicu perhatian publik.
Dalam pidatonya pada puncak HUT Ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Prabowo menyinggung pihak-pihak.
Yang ia nilai hanya muncul untuk mencel, mengkritik, dan menuding, tanpa memberikan kontribusi nyata bagi rakyat.
Pernyataan tersebut dilontarkan dengan nada tegas, menandai kekecewaan Prabowo.
Terhadap apa yang ia sebut sebagai kelompok “tukang kritik yang tak pernah bekerja”.
Menurutnya, kelompok ini hanya pandai bersuara di ruang publik.
Tetapi tidak pernah hadir ketika negara sedang berjuang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Tanggul Jebol di Mustika Tigaraksa, Bupati Tangerang Turun Tangan Perintahkan Penanganan Darurat
Prabowo mengatakan, banyak sekali yang bicara, mencela, mengkritik. Tapi mana kontribusinya?
"Mana jembatan yang mereka bangun? Mana lapangan kerja yang mereka buka?” ujar Prabowo, dikutip dari Antara, 6 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa kritik tanpa solusi hanya menambah beban.
Terutama ketika pemerintah sedang bekerja untuk memastikan pasokan kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, elpiji, hingga BBM.
Prabowo menilai pihak-pihak tersebut tidak memahami beratnya proses pemenuhan kebutuhan rakyat yang harus diupayakan pemerintah setiap hari.
Prabowo bahkan menyebut bahwa dirinya sedih melihat bagaimana sebagian kritik justru melemahkan kepercayaan publik.
Menurutnya, serangan-serangan verbal ini bukan hanya tidak konstruktif, tetapi merusak upaya pemerintah dalam membangun kepercayaan dan stabilitas nasional.
“Kadang saya prihatin. Kritik-kritik seperti itu justru menimbulkan rasa tidak percaya,” ucapnya.
Baca Juga: Bupati Tangerang Buka Kejuaraan Panahan Bupati Cup 2025, Ratusan Atlet Ramaikan Arena
Pernyataan Prabowo ini sekaligus menjadi sindiran tajam bagi kelompok oposisi maupun aktivis yang selama ini aktif mengkritik berbagai kebijakan pemerintah.
Terutama belakangan ini, ketika pemerintah mendapat sorotan tajam terkait penanganan bencana di Sumatra.
Mulai dari banjir bandang, tanah longsor, hingga tudingan pembiaran eksploitasi hutan.
Di sisi lain, kritik masyarakat sebenarnya banyak muncul karena keluhan soal lambatnya distribusi bantuan.
Baca Juga: Bupati Tangerang Dorong Kepala Sekolah Jadi Teladan dan Inspirasi Bagi Siswa
Minimnya informasi lapangan, hingga dugaan lemahnya pengawasan penggunaan lahan.
Namun Prabowo menilai sebagian kritik tersebut tidak objektif dan hanya bermotif politik.
Pidato ini memperlihatkan ketegangan baru antara pemerintah dan kelompok yang selama ini vokal di ruang publik.
Sikap Prabowo yang cenderung defensif dianggap sebagian pihak sebagai bentuk ketidakmauan menerima kritik konstruktif.
Sementara para pendukungnya berpendapat bahwa presiden hanya ingin menegaskan bahwa kerja nyata lebih penting daripada retorika kosong.
Terlepas dari itu, pidato Prabowo kali ini memperjelas satu hal, pemerintah tidak ingin diganggu oleh kritik yang dianggap tidak substansial.
Namun apakah pernyataan keras ini akan meredam kritik atau justru memicu gelombang baru perdebatan, masih perlu dilihat dalam waktu dekat.***




