POJOKSATU.id – Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perjalanan ke luar negeri.
Kali ini, Prabowo tiba di New Delhi, India, Jumat (11/9/2026) malam waktu setempat untuk menghadiri KTT ke-18 BRICS yang berlangsung pada 12–13 September 2026.
Kunjungan ke India kembali menyoroti tingginya intensitas perjalanan luar negeri Prabowo sejak dilantik sebagai Presiden RI pada Oktober 2024.
Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah laporan, total perjalanan luar negeri Prabowo hingga kunjungan ke India disebut telah mencapai 58 kali.
Angka tersebut menjadi sorotan karena jumlahnya disebut menyamai total kunjungan luar negeri Presiden ke-7 RI Joko Widodo selama sekitar 10 tahun menjabat.
Baca Juga: Dibanderol Rp56 Juta, Sanggupkah iPhone Lipat Menembus Pasar yang Masih Kecil?
Hingga akhir Mei 2026 Prabowo telah melakukan 49 kunjungan ke luar negeri sejak mulai menjabat pada 20 Oktober 2024.
Membandingkan angka tersebut dengan Jokowi yang tercatat melakukan 58 kunjungan luar negeri selama masa kepemimpinannya pada 2014–2024.
Dengan bertambahnya sejumlah perjalanan pada paruh kedua 2026, termasuk kunjungan ke Rusia dan India, intensitas perjalanan internasional Prabowo kembali menjadi perhatian.
Sebelum menuju India, Prabowo baru saja menyelesaikan agenda di Vladivostok, Rusia.
Di Rusia, Prabowo menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Baca Juga: BPS Bongkar Rahasia Penentuan Desil Bansos, Ternyata Pakai Machine Learning Berbasis Kabupaten!
Pemerintah menyebut kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Rusia, terutama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan konektivitas.
Dalam forum tersebut, Prabowo juga mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia.
“Mari kita pastikan bahwa setiap kesepakatan yang diumumkan di Vladivostok menghasilkan dampak nyata yang dapat dilihat dan dirasakan oleh rakyat kita,” kata Prabowo dalam pidatonya di EEF ke-11.
Belum lama berselang, Prabowo kembali bertolak ke luar negeri, kali ini menuju India.
Baca Juga: Polemik ‘Anjing Penjaga’, Kolom Komentar Instagram Wali Kota Depok Dipenuhi Sorotan Netizen
Sekretariat Negara menyebut kedatangan Prabowo di New Delhi berkaitan dengan kehadirannya dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh.
“Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT ke-18 BRICS sebagai anggota penuh menjadi bagian dari langkah Indonesia untuk memperkuat peran aktif dalam kerja sama multilateral,” demikian keterangan Sekretariat Negara.
Dalam KTT tersebut, para pemimpin negara anggota BRICS dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis, termasuk penguatan kerja sama pangan, energi, pembiayaan pembangunan, dan perdagangan.
Kehadiran Prabowo di India juga memiliki konteks strategis bagi posisi Indonesia di forum negara-negara berkembang.
Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS pada 2025. KTT di New Delhi menjadi salah satu forum penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dan kepentingannya dalam kerja sama multilateral.
Bukan Sekadar Soal Berapa Kali Pergi
Tingginya frekuensi perjalanan luar negeri Prabowo pada akhirnya tidak hanya memunculkan pertanyaan soal jumlah lawatan.
Yang lebih penting adalah apa hasil konkret dari setiap perjalanan tersebut bagi Indonesia.
Pemerintah sendiri berulang kali menekankan bahwa diplomasi ekonomi harus menghasilkan manfaat nyata, mulai dari peningkatan perdagangan, investasi, kerja sama teknologi hingga pembukaan akses pasar.
Dalam kunjungan ke Rusia, misalnya, Prabowo mendorong agar hubungan kedua negara tidak berhenti pada hubungan diplomatik, tetapi diterjemahkan menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga: Antrean BBM di Rest Area KM 68B Tangerang-Merak Meningkat, Pertamina Ungkap Faktor Pemicunya
“Persahabatan tidak bisa hanya hidup dalam sejarah. Generasi kita harus memiliki keberanian untuk menulis babak baru,” ujar Prabowo.
Pesan serupa menjadi penting ketika intensitas perjalanan luar negeri Presiden terus meningkat.
Sebab, ukuran keberhasilan diplomasi bukan semata jumlah negara yang didatangi atau berapa kali Presiden meninggalkan Indonesia.
Publik pada akhirnya akan menunggu apakah berbagai pertemuan tersebut menghasilkan investasi, perdagangan, lapangan kerja, transfer teknologi, kerja sama energi, atau kesepakatan lain yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Bursa Eropa Tertekan, Inflasi AS dan Harga Minyak Jadi Beban Investor
Dengan kunjungan ke India, perhatian terhadap pola diplomasi luar negeri Prabowo pun kembali menguat.
Jika angka 58 perjalanan tersebut digunakan sebagai pembanding, maka dalam waktu kurang dari dua tahun masa kepemimpinannya, jumlah lawatan Prabowo disebut sudah menyamai total perjalanan luar negeri Jokowi selama satu dekade.



