POJOKSATU.id – Digitalisasi pendidikan pemerintah mulai memasuki ruang yang lebih luas.

Sekolah berbasis masyarakat, termasuk sekolah-sekolah Nahdlatul Ulama (NU), dipastikan mendapatkan fasilitas teknologi pembelajaran yang selama ini lebih identik dengan program digitalisasi sekolah negeri.

Presiden Prabowo Subianto memastikan seluruh ruang kelas sekolah-sekolah NU akan mendapatkan layar interaktif panel sebagaimana fasilitas yang diberikan kepada sekolah negeri.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden dalam rangkaian agenda Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Baca Juga: Pukul Kentongan, Prabowo Resmi Tutup Muktamar NU Jombang, Ini Kehormatan Besar Bagi Saya

Kementerian Agama mencatat kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses fasilitas pembelajaran digital.

Yang menarik, kebijakan ini tidak berhenti pada persoalan perangkat.

Layar interaktif hanya akan memberi dampak jika guru memiliki kemampuan menggunakannya, materi pembelajaran tersedia, jaringan pendukung memadai, serta sekolah mempunyai sistem pemeliharaan perangkat.

Artinya, pemerataan teknologi pendidikan tidak cukup dihitung dari berapa banyak layar yang dibagikan.

Kualitas pemanfaatannya akan menjadi faktor penentu.

Baca Juga: Fun Fishing Journalist X ASN Bandung: Adu Banyak Ikan, Sambil Berbagi untuk Warga

Sekolah berbasis masyarakat memiliki karakteristik yang berbeda dengan sekolah negeri, termasuk dari sisi sarana, sumber daya manusia, dan kemampuan pengelolaan fasilitas.

Karena itu, kebijakan pemerataan perangkat digital harus berjalan bersama peningkatan kompetensi guru.

Langkah tersebut juga menjadi penting karena pemerintah sebelumnya telah menempatkan revitalisasi sekolah sebagai salah satu agenda besar pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga: Kenapa Harga Tiket dan Tampilan Aplikasi Bisa Berbeda Tergantung Jaringan yang Anda Pakai

Jika fasilitas digital hanya tersedia di sebagian sekolah, kesenjangan kualitas pembelajaran berpotensi tetap terjadi.

Sebaliknya, jika perangkat disertai pelatihan guru, konten pembelajaran, konektivitas, dan pemeliharaan yang konsisten, kebijakan tersebut dapat mengubah cara belajar jutaan siswa.

Dengan demikian, kabar mengenai layar interaktif untuk sekolah NU sebenarnya lebih besar daripada sekadar pengadaan perangkat.

Ini adalah ujian apakah digitalisasi pendidikan benar-benar dirancang sebagai program pemerataan atau hanya sebagai proyek pengadaan teknologi.