POJOKSATU.id - Pemerintah pusat mengerahkan seluruh kekuatan lintas kementerian hingga operasi udara untuk menekan dampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Instruksi itu datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta penanganan dilakukan secara maksimal tanpa menunggu waktu.
Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan agar penanganan bencana di Sumatra dilakukan sebagai operasi nasional.
Baca Juga: Daerah Anda Tidak Masuk Penerima Tambahan TPG? Ini Faktor Utamanya
Artinya, seluruh sumber daya negara dari kementerian, lembaga, hingga aparat TNI,Polri, diarahkan untuk mempercepat evakuasi dan pemulihan di tiga provinsi terdampak.
“Penanganan nasional harus dilakukan dengan mengerahkan sumber daya maksimal pemerintah pusat dari seluruh kementerian dan lembaga, termasuk TNI–Polri,” ujar Menko PMK Pratikno melalui kanal YouTube Setpres, dikutip Rabu (3/12/2025).
Menurut Pratikno, seluruh instansi diminta bergerak lebih responsif. Fokus utama berada pada penyelamatan warga, distribusi bantuan, dan pemulihan fasilitas vital agar layanan dasar tetap berjalan.
Baca Juga: Kerja 4 Jam Sehari? Begini Cara Hitung Gaji PPPK Paruh Waktu Lulusan SMA 2025
Presiden juga menekankan jaminan ketersediaan logistik dan pendanaan, termasuk penggunaan dana siap pakai pada masa tanggap darurat.
BBMKG Perpanjang Modifikasi Cuaca di Medan
Menariknya, selain pengerahan personel dan logistik, pemerintah juga memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meredam curah hujan.
BBMKG Wilayah I Medan memastikan operasi yang semula berakhir 1 Desember diperpanjang hingga 7 Desember 2025 setelah kondisi lapangan menunjukkan kebutuhan pengendalian hujan masih tinggi.
Baca Juga: Jerit Nenek 76 Tahun: Rumahku Habis! Namun Bahlil Hanya Tawarkan Penampungan Sementara
Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyebut operasi dilakukan di sejumlah titik kritis seperti Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, hingga Medan.
Pada 27 November tercatat satu sorti penerbangan dilakukan, sementara 28–30 November jumlahnya meningkat hingga empat sorti per hari menggunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO).
“Di Sumatera Barat sebelumnya dikerahkan dua pesawat. Mulai 1 Desember satu unit dialihkan ke Sumatera Utara, sehingga Sumut kini diperkuat dua pesawat,” jelas Hendro.
NaCl disebar untuk mempercepat hujan jatuh di laut sebelum mencapai daratan, sedangkan CaO digunakan untuk mengurai pembentukan awan di wilayah daratan.
Baca Juga: 12 Kategori PPPK Paruh Waktu Yang Tak Bisa Diangkat Jadi Penuh Waktu, Bahkan Berisiko Diblacklist
Efektivitas operasi sejauh ini disebut mencapai sekitar 45 persen, cukup signifikan untuk membantu membuka akses ke wilayah yang terisolasi akibat banjir dan longsor.
Hendro menegaskan, OMC bukan solusi tunggal, namun menjadi penopang penting agar proses evakuasi dan pendistribusian bantuan berjalan lebih lancar di tengah cuaca ekstrem yang masih berlanjut. ***




