POJOKSATU.id, JAKARTA—Pengakuan mengejutkan diungkap Presiden Prabowo Subianto di Jawa Timur bahwa ada kepala daerah atau ‘raja kecil’ yang berani melawannya soal efisiensi anggaran.

Prabowo bahkan sampai geram dan menyebut bandel dan ndablek terhadap pejabat yang suka melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

Menurut Prabowo, orang yang berani melawannya ini sudah merasa kebal hukum dalam birokrasi dan sudah menjadi ‘raja kecil’.

Hal ini disampaikan Prabowo Subianto saat Kongres ke-XVIII Muslimat NU di Jatim Expo, Surabaya, Senin (10/2/2025).

Diketahui, Prabowo mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang diteken pada 22 Januari 2025. Inpres ini dalam rangka efisiensi anggaran.

Baca Juga: Tampang Bitner Sianturi, Pemilik Toko Kelontong di Magetan Gugat Tukang Sayur Keliling Rp540 Juta

Prabowo meminta kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah mengurangi kegiatan seremonial hingga perjalanan dinas.

"Saya melakukan penghematan, saya ingin pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, pengeluaran-pengeluaran yang mubazir, pengeluaran-pengeluaran yang alasan untuk nyolong, saya ingin dihentikan, dibersihkan,” tegasnya dalam sambutannya di Kongres ke-XVIII Muslimat NU di Jatim Expo.

“Ada yang melawan saya, ada. Dalam birokrasi merasa sudah kebal hukum, merasa sudah menjadi 'raja kecil', ada. Saya mau menghemat uang, uang itu untuk rakyat, untuk memberi makan untuk anak-anak rakyat," kata Prabowo.

Prabowo ingin efisiensi anggaran dapat memperbaiki semua sekolah yang jumlahnya kurang lebih 330.000. Namun, anggaran perbaikan sekolah selama ini hanya cukup untuk 20.000 sekolah.

Baca Juga: Mengaku Pewaris Kerajaan Langit, Wanita Ini Hebohkan Jagat Maya dengan Klaim Ratu Sedunia

"Karena itu perjalanan dinas ke luar negeri dikurangi. Kau boleh melawan Prabowo, tapi nanti kau lawan emak-emak itu semua itu. Bandel, ndablek. Nggak usah ke luar negeri, 5 tahun nggak usah ke luar negeri kalau perlu," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, pejabat yang perlu keluar negeri yang melaksanakan tugas. Bisa karena tugas belajar, tugas atas nama negara.

“Jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan pakai uang sendiri," tegasnya lagi dilansir detikcom.

Dia menyinggung dirinya memang kerap ke luar negeri. Namun dia beralasan pergi ke luar negeri sebagai kepala negara atas undangan yang diterima.

"Loh Presiden Prabowo sering ke luar negeri? Saya diundang sebagai kepala Indonesia, kepala negara, dalam konferensi-konferensi penting, oleh negara-negara yang penting dan saya mewakili bangsa untuk mengamankan kepentingan bangsa," kata Ketum Gerindra itu. ***