POJOKSATU.id – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan potensi demokrasi dibajak atau dibeli oleh pihak yang memiliki kekuatan finansial.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Prabowo meminta masyarakat dan seluruh pihak menjaga demokrasi agar tidak dipengaruhi oleh kekuatan uang.

Baca Juga: Prabowo Sebut Pakar Terlalu Pintar hingga Jadi 'Goblok', Singgung Tekad Bikin Indonesia Sejahtera

“Kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, pihak yang memiliki uang dalam jumlah besar dapat menggunakan kekuatan finansial untuk memengaruhi berbagai pihak dalam kehidupan politik dan pemerintahan.

Ia menyebut sejumlah posisi, mulai dari tokoh politik, hakim, jaksa, jenderal, menteri hingga presiden.

“Mereka mau membajak demokrasi kita. Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita. Mereka mau membelinya, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok Presiden!” ujar Prabowo.

Baca Juga: Bantah Soal Kepemilikan Izin Usaha Tambang dan Kepemilikan Emas 74 Kg, Febrie Malah Jawab: Coba di Clear kan

Prabowo kemudian menyoroti penggunaan teknologi dan media sosial.

Ia menyebut algoritma, buzzer dan robot sebagai bagian dari teknologi yang menurutnya dapat digunakan untuk memengaruhi masyarakat.

“Dengan uang, mereka memelihara... apa itu algoritma, pakai buzzer-buzzer, robot-robot, anak-anak kita, bapak-bapak kita, rakyat kita dirusak,” katanya.

Prabowo juga menyinggung penyebaran fitnah melalui media sosial.

Baca Juga: Beasiswa Zakat 2026 Diperpanjang hingga 21 September, Cek Syarat dan Dokumen Pendaftarannya

“Coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah rakyat kita tidak bodoh,” lanjutnya.

Menurut Prabowo, bentuk konflik pada era modern tidak selalu dilakukan dengan mengirimkan pasukan.

“Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak. Pertama dia rusak dengan sosmed-sosmed yang nggak bener,” ujar Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya mendukung demokrasi dan reformasi.

Baca Juga: Millie Bobby Brown dan Jake Bongiovi Punya Anak Kedua, Kembali Pilih Jalur Adopsi

“Kita, cita-cita kita sama, kita ingin demokrasi. Jangan salah, saya di tentara, saya mendukung demokrasi. Saya mendukung reformasi,” katanya.

Dalam pernyataan tersebut, Prabowo tidak menyebut pihak tertentu yang dituduh sedang membajak demokrasi Indonesia.