POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas agar bangsa Indonesia tidak melupakan sejarah dan lebih serius menjaga situs-situs bersejarah sebagai bagian dari identitas nasional.
Menurut Prabowo, peninggalan sejarah merupakan saksi perjalanan bangsa yang tidak boleh diabaikan atau dibiarkan hilang.
Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam Taklimat Presiden RI pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Jawa Barat, tulis akun Instagram @detikcom, senin 2 januari 2026, seperti dikutip pojoksatu.id.
Di hadapan para kepala daerah dan pejabat pemerintah, Prabowo menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam melestarikan warisan sejarah.
Prabowo menilai, sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan fondasi pembentukan jati diri bangsa.
Karena itu, ia mengingatkan bahwa hilangnya situs bersejarah sama dengan menghilangkan jejak identitas nasional.
Baca Juga: Ingin Hidup Lebih Sehat? Ini Cara Mengurangi Konsumsi Gula Secara Bertahap
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo membagikan pengalaman pribadinya terkait jejak sejarah yang pernah ia lihat langsung.
Ia mengaku masih mengingat sebuah prasasti peninggalan era kolonial yang berada di kawasan kolam renang Manggarai pada 1978.
Namun kini, menurutnya, prasasti tersebut sudah tidak ada karena dibongkar.
Baca Juga: Stres, Cemas, atau Depresi? Kenali Perbedaannya agar Tidak Salah Menilai Kondisi Mental
Ia menyayangkan kenyataan bahwa banyak peninggalan bersejarah yang perlahan menghilang tanpa perhatian serius.
Menurut Prabowo, fenomena ini terjadi di berbagai daerah dan sering kali luput dari pengawasan pemerintah maupun masyarakat.
Tak hanya itu, Prabowo juga mempertanyakan keberadaan sejumlah situs bersejarah lain yang memiliki nilai penting bagi perjalanan bangsa.
Salah satunya adalah stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) yang digunakan Bung Tomo dalam peristiwa heroik Pertempuran 10 November di Surabaya.
Selain peninggalan era perjuangan kemerdekaan, Prabowo turut menyoroti kondisi situs-situs bersejarah dari masa kerajaan Nusantara.
Baca Juga: Tangis Guru Honorer Bekasi Pecah di DPR, Usai Mengajar Terpaksa Jadi Tukang Antar Jemput Laundry
Ia menyebut sejumlah peninggalan Kerajaan Majapahit yang kini telah berubah fungsi, bahkan sebagian berada di kawasan industri dan pabrik.
Menurut Prabowo, perubahan fungsi situs bersejarah tanpa kajian yang matang berpotensi menghilangkan nilai budaya dan sejarah yang seharusnya dijaga untuk generasi mendatang.
Ia menilai pembangunan dan pelestarian sejarah seharusnya berjalan seiring, bukan saling meniadakan.
Baca Juga: MK Tegas Tolak Permohonan Legalkan Nikah Beda Agama, Gugatan UU Perkawinan Dinilai Tidak Jelas
Dalam konteks itu, Prabowo meminta pemerintah pusat dan daerah lebih serius dalam mendata, menjaga, dan merawat situs-situs bersejarah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh mengorbankan warisan sejarah bangsa.
Taklimat Presiden tersebut menjadi pengingat penting bahwa kemajuan tidak boleh membuat bangsa kehilangan ingatan kolektifnya.
Baca Juga: PGRI Mengadu ke DPR soal Kriminalisasi Guru, Desak RUU Perlindungan Guru Segera Dibahas
Prabowo berharap, dengan kesadaran bersama, Indonesia dapat menjaga warisan sejarah sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas nasional.***




