POJOKSATU.id, JAKARTA-- Prabowo-Gibran memiliki peluang memenangkan Pilpres 2024 satu putaran.

Jika melihat elektabilitas duet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang terus naik dan berpotensi tembus 45 persen, maka peluang menang satu putaran itu bisa saja terjadi.

Menurut survei Poltracking Indonesia, jika suara Prabowo-Gibran mencapai 45 persen, maka peluang menang satu putaran jadi terbuka.

"Kalau ternyata pasangan Prabowo-Gibran melampaui 45 persen, ada potensi Pilpres berlangsung satu putaran," ujar Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda dalam paparannya secara virtual, Jumat (10/11).

Dalam survei terbaru Poltracking Indonesia, kata Hanta Yuda, perolehan angka Prabowo-Gibran sudah menyentuh 40,2 persen.

Baca Juga: Syuhada Palestina Capai 11.078 Orang, 21 Rumah Sakit di Gaza Sudah Tak Beroperasi

Sementara, lanjutnya, elektabilitas kompetitor terdekatnya adalah Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dengan torehan elektabilitas 30,1 persen.

Sementara pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar mencatatkan elektabilitas 24,4 persen.

"Kisarannya margin antara pasangan Prabowo-Gibran dan Ganjar-Mahfud itu agak menjauh, di saat yang sama Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin semakin mendekat," demikian Hanta Yuda.

Survei Poltracking Indonesia digelar pada medio 28 Oktober-3 November 2023 ini melibatkan 1.220 responden.

Baca Juga: Serukan Gencatan Senjata, Presiden Jokowi Berangkat ke Arab Saudi Bahas Kondisi di Gaza

Survei ini menggunakan metodologi multistage random sampling dengan margin of error +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dipaparkan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, dari survei terbaru yang mereka lakukan, elektabilitas Prabowo-Gibran menang telak atas Anies-Muhaimin, dengan meraih angka 55,8 persen.

"Sementara Anies-Muhaimin (28,8 persen) serta 15,4 persen belum menentukan pilihan," kata Hanta Yuda dalam paparannya secara virtual, Jumat (10/11).

Hasil serupa juga didapatkan Prabowo-Gibran bila dihadapkan dengan pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Duet dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) ini mampu unggul dengan perolehan elektabilitas sebesar 49,9 persen sedang Ganjar-Mahfud mendapat 32,9 persen.

"Pada simulasi itu, masih ada 17 persen responden menjawab tidak tahu," pungkasnya.***