POJOKSATU.id, JAKARTA— Rocky Gerung menyebut sekarang ini ada penilaian kinerja Presiden Prabowo Subianto hanya dapat poin 5, sedangkan Wapres Gibran Rakabuming Raka hanya dapat poin 3.

Dan menurut Rocky Gerung, penilaian itu buruk sekali. Dan hal itu akan menjadi bahan evaluasi awal bagi Prabowo, apakah Gibran masih akan dipertahankan di situ.

Dalam hal ini menurut Rocky Gerung, ada keputusan yang sudah dilalui saat Prabowo menerima Gibran maju Pilpres 2024 lalu dan kemudian akan melanjutkan isu politik pada evaluasi saat ini.

Baca Juga: Gunung Tinggi

“Sekarang ada penilaian kinerja Prabowo hanya dapat poin 5, sedangkan Gibran dapat 3 itu buruk sekali,” kata Rocky Gerung, Minggu (26/1).

Rocky Gerung menyampaikan ini pada perbincangan dengan jurnalis senior Hersubeno Arief yang bisa dilihat di akun youtube Rocky Gerung Official, Minggu, 26 Januari 2025.

“Kita menduga itu semacam pretest, jadi evaluasi awal, apakah Gibran masih akan dipertahankan di situ yang berubah jadi pertanyaan politik jika PDIP terus mempersoalkan keberadaan Gibran termasuk mempersoalkan pelanggaran konstitusi Pilpres lalu,” ujarnya lagi.

Keberadaan Jokowi Hambat Prabowo

Menurut analisa Rocky Gerung, faktor keberadaan Jokowi menjadi penyebab pertemuan langsung Prabowo dan Megawati Soekarnoputri belum terwujud. Jokowi menghambat pertemuan keduanya.

Baca Juga: SKEMA PENCAIRAN TPG 2025! Tunjangan Profesi Guru PNS dan PPPK Serta Non ASN Oleh Mendikdasmen!

Pada sisi lain, Jokowi menurutnya akan tetap berupaya menghalangi pertemuan itu.

Namun begitu, hubungan baik antara keduanya disampaikan kepada publik lewat kiriman simbolis.

“Keduanya saling memberi sinyal hubungan baik lewat saling mengirim simbol, pak Prabowo mengirim karangan bunga di ultah Megawati dan Megawati mengirim minyak urut, itu simbol untuk memulai upaya pertemuan politik,” kata Rocky Gerung.

Baca Juga: Gagal CPNS dan PPPK 2024 Tak Perlu Sedih! Masih Ada Jalan Lain untuk Jadi ASN 2025 dengan Daftar SPPI, Status Kepegawaian Sudah Jelas!

Rocky mengatakan, saat ini sedang ada upaya mengurangi ketegangan politik yang sempat terjadi antara Gerindra dan PDIP karena beberapa waktu lalu ada kubu Jokowi di Gerindra.

Namun kata Rocky, politik selalu muncul dari realitas mengenai apa yang diputuskan dan dievaluasi.

Sejauh ini kata Rocky, antara Megawati dan Prabowo justru sedang terlihat menjalin upaya bersama mengembalikan Indonesia sebagai kekuatan utama dunia.

“Pak Prabowo juga semacam kembali mewacanakan bahwa Indonesia pernah memimpin ekonomi dunia,” pungkasnya.

Jiwa nasionalis yang dimiliki Prabowo dan Megawati membuat mereka sama-sama ingin membaca pemikiran Soekarno untuk menyatukan kembali ekonomi dunia ketiga ke Indonesia.***