POJOKSATU.id - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Mei 2026.

Agenda peluncuran tersebut direncanakan berlangsung di Nganjuk. Meski begitu, jadwal pelaksanaan masih bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Ferry menjelaskan rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga yang digelar di Kantor Kementerian Desa.

Baca Juga: Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot Jadi MC LCC MPR Kalbar Banjir Sorotan, Akui Kehilangan Pekerjaan

Pertemuan itu turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Direktur Utama Agrinas Pangan Joao Angelo De Sousa, hingga Wakil Panglima TNI.

“Tadi kami baru saja rapat di Kantor Kementerian Desa. Ada Pak Menko Pangan, Wakil Panglima TNI, Direktur Utama Agrinas, sudah tersampaikan rencana tanggal 16 Mei, ini masih tentatif di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tapi ini tentatif, jadi masih baru rencana,” ujar Ferry di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Seribu Koperasi Siap Beroperasi
Pada tahap awal, pemerintah akan mengoperasikan sekitar 1.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang disebut telah rampung secara fisik.

Baca Juga: Rujak Cingur Ala Mesir Bikin Heboh, Mahasiswa UNAIR Raih Penyaji Terbaik Festival Rujak Uleg 2026

Menurut Ferry, koperasi tersebut sudah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti gudang, gerai, hingga perlengkapan operasional lainnya.

“Yang akan diluncurkan operasionalnya ini kurang lebih 1.000 koperasi dari 7.200-an kalau nggak salah, yang sudah selesai 100 persen pembangunan fisik, gudang, gerai, alat perlengkapannya,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga masih menggarap puluhan ribu koperasi lain yang saat ini berada dalam tahap pembangunan.

Baca Juga: Dapat TPG Satu Kali Gaji, Guru Gunakan Tunjangan untuk Ini, Nunuk Janji Komitmen Sejahterakan Guru

Ferry menyebut terdapat sekitar 25 ribu koperasi yang kini sedang dibangun dan diharapkan bisa segera selesai dalam waktu mendatang.

“Dari 7.200-an yang bangunan 100 persen selesai itu, ada 25.000-an koperasi yang sedang dibangun, jadi insyaallah itu bisa selesai. Tapi sekarang kita konsentrasi ke operasionalnya,” lanjut Ferry.

Disebut Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Ferry menegaskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya fokus pada pembangunan fisik semata, melainkan dirancang sebagai penggerak ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga: Sejarah Universitas HKBP Nommensen, Berawal dari Sinode hingga Jadi Kampus Besar di Sumatera

Karena itu, pemerintah melibatkan berbagai kementerian, lembaga, hingga BUMN untuk mempercepat terbentuknya ekosistem usaha koperasi yang kuat di daerah.

Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekonomi rakyat sekaligus membuka peluang usaha baru di tingkat desa dan kelurahan.

Ferry juga membantah anggapan bahwa peluncuran bertahap 1.000 koperasi menandakan proyek mengalami hambatan.

Ia menegaskan pemerintah memang sengaja menjalankan program secara bertingkat dan terukur agar operasional koperasi bisa berjalan optimal.

Baca Juga: Operasional BCA saat Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 Disesuaikan, Ini Jadwal Layanannya

“Enggak kan, ini bertahap,” tegasnya.

Program Koperasi Merah Putih sendiri kini menjadi salah satu agenda besar pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis desa.

Banyak pihak berharap koperasi tersebut nantinya benar-benar mampu menjadi ruang tumbuh ekonomi rakyat, bukan sekadar proyek pembangunan semata.***