POJOKSATU.id, ACEH— Perubahan mendadak terjadi di Aceh Tamiang terkait kedatangan Presiden Prabowo Subianto ke sana, Jumat pagi (12/12).
Dalam sekejap, kondisi Aceh Tamiang berubah menjadi agak bersih sedikit padahal dua hari sebelumnya masih kumuh dan serba darurat.
“Presiden datang, Tamiang berubah sekejap,” tulis akun Instangram @medantalkviral diunggah Jumat siang (12/12).
“Kabarnya hari ini Presiden terjadwal meninjau Aceh Tamiang,” jelas narasi akun ini.
Baca Juga: Dua Tragedi, Dua Perlakuan! Dirut Terra Drone Ditangkap, Ponpes Al Khoziny Diguyur Dana APBN
Dikatakan, menjelang kedatangan Presiden tersebut, suasana di Tamiang tampak berubah cepat: tenda-tenda pengungsi dari BNPB mulai berdiri, posko kesehatan dan air bersih terlihat lebih tertata, dan bangkai-bangkai mobil yang sebelumnya berserakan kini sudah dibersihkan.
“Padahal, dua hari lalu kondisi di sini sangat berbeda, serba darurat, serba terbatas. Banyak dari kami bahkan tak sempat mengambil foto karena situasinya benar-benar kacau,” jelas akun medantalkviral.
Meski begitu, akun ini mengaku senang melihat perbaikan akhirnya berjalan, namun pertanyaannya tetap sama kepada pemerintah.
“Kenapa tidak dari kemarin-kemarin,” ujar akun ini lagi.
Baca Juga: Kunjungan Seremonial Prabowo di Tengah 990 Korban, Aceh Tamiang Masih Berantakan!
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto meninjau pengungsi dan anak-anak korban bencana alam banjir dan longsor di Jembatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Jumat (12/12).
Posko Kuala Simpang merupakan posko terbesar pengungsian di Aceh Tamiang.
Di lokasi pengungsian, Presiden meminta agar dilakukan pengawasan lebih ketat terkait penebangan pohon.
“Kita tidak boleh tebang pohon sembrangan. Saya minta pemerintah daerah lebih waspada lebih awasi,” katanya saat berpidato di depan warga pengungsi, Jumat.
Setelah dari Aceh Tamiang, Prabowo bersama rombongan akan menuju Takengon, Aceh Tengah, kemudian ke Kabupaten Bener Meriah.
Prabowo dijadwalkan melaksanakan salat Jumat di Takengon dan sesudahnya akan mengunjungi Kabupaten Bener Meriah. ***




