POJOKSATU.ID – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah besar dalam mempercepat transisi energi nasional dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang fokus pada pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) serta program konversi kendaraan bermotor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Dalam struktur Satgas tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dipercaya menjadi koordinator utama yang bertugas mengawal pelaksanaan program strategis tersebut.

Pembentukan tim percepatan ini menjadi bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperkuat energi bersih di Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang selama ini membebani anggaran negara melalui subsidi energi.

Baca Juga: Pemerintah Berikan Waktu Satu Bulan untuk Atasi Masalah Sampah di Bali

Program transisi energi yang dirancang pemerintah ini memiliki target yang cukup ambisius.

Pemerintah menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan.

Selain itu, program konversi kendaraan juga menjadi fokus utama.

Baca Juga: Iran Luncurkan Rudal Berat Khoramshahr-4 ke Pusat Kota Tel Aviv, Berhulu Ledak 1,8 Ton

Pemerintah berencana mendorong konversi jutaan sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik secara bertahap dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun mendatang.

Menurut Bahlil Lahadalia, percepatan pengembangan PLTS juga memiliki dampak signifikan terhadap efisiensi anggaran negara, khususnya dalam menekan beban subsidi listrik yang selama ini cukup besar.

Salah satu strategi yang akan dilakukan adalah mengganti sejumlah pembangkit listrik tenaga diesel yang selama ini digunakan di berbagai daerah dengan pembangkit listrik tenaga surya yang lebih ramah lingkungan dan efisien secara biaya.

Baca Juga: Britney Spears Ditangkap Polisi Terkait Kasus DUI, Ini Kronologi Penangkapannya

“Dengan mengkonversi pembangkit diesel menjadi PLTS, maka kita bisa meningkatkan efisiensi terhadap subsidi listrik sekaligus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik,” ujar Bahlil, Kamis (5/3/2026).

Selain pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, pemerintah juga menilai bahwa biaya konversi motor bensin menjadi motor listrik kini semakin terjangkau bagi masyarakat.

Hal ini membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan tanpa harus membeli motor listrik baru yang biasanya memiliki harga lebih tinggi.

Melalui Satgas percepatan transisi energi ini, pemerintah akan merumuskan berbagai skema teknis dan dukungan kebijakan untuk mempercepat implementasi program tersebut.

Dukungan tersebut diperkirakan mencakup regulasi, insentif, hingga kemudahan dalam proses konversi kendaraan agar masyarakat lebih tertarik untuk beralih menggunakan motor listrik.

Baca Juga: Topan Ginting Dituntut 5,5 Tahun, Rasuli Siregar 4 Tahun, Korupsi PUPR Sumut Masuki Fase Akhir

Pemerintah berharap program ini tidak hanya mempercepat penggunaan energi bersih, tetapi juga memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang saat ini terus berkembang.

Jika berjalan sesuai rencana, program besar ini diyakini dapat menjadi salah satu langkah penting Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon nasional.***