POJOKSATU.id - Pengalaman India dalam membangun demokrasi di tengah keberagaman dinilai layak menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri acara Indian Community Reception di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa 7 Juli 2026.

Menurut Prabowo, India berhasil menunjukkan bahwa negara dengan jumlah penduduk mencapai 1,4 miliar jiwa dan memiliki beragam etnis serta bahasa tetap mampu menjaga stabilitas pemerintahan dan menjalankan proses demokrasi secara damai.

Keberhasilan tersebut, kata Prabowo, menjadi pencapaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi inspirasi bagi Indonesia yang juga memiliki karakter masyarakat yang sangat majemuk.

Baca Juga: Narendra Modi Pidato di DPR RI, Tegaskan India Siap Dukung Visi Indonesia Emas 2045

"Kami melihat India, sebuah negara berpenduduk 1,4 miliar orang, banyak, banyak kelompok etnis seperti kami, banyak bahasa regional yang berbeda. Tetapi mengelola begitu banyak tahun transisi pemerintahan yang damai di banyak negara bagian. Dan di Uni India itu sendiri, ini adalah pencapaian yang luar biasa,” ucap Presiden sebagaimana keterangan yang diterima, Rabu.

“Dan Indonesia, saya sendiri juga mempelajari ini dan mengikuti pencapaian luar biasa dari India,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan bahwa demokrasi bukan sistem yang mudah dijalankan.

Berbagai dinamika dan perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi.

Baca Juga: Prabowo dan PM India Narendra Modi Bahas PLTS hingga Kampus IIT di Indonesia, Pererat Kemitraan Strategis

Meski penuh tantangan, Presiden meyakini demokrasi tetap menjadi sistem terbaik karena mampu menghadirkan keadilan, memberikan harapan, serta membuka ruang yang setara bagi seluruh masyarakat.

“Demokrasi bukanlah jalan yang mudah, bukan sistem yang mudah. Itu tidak mudah. Terkadang itu sangat berantakan. Tapi saya pikir kita setuju bahwa itu adalah sistem terbaik untuk keadilan, untuk harapan, untuk inklusivitas,” ucapnya.

Prabowo menambahkan, ancaman terhadap demokrasi akan selalu ada. Mulai dari berbagai rintangan hingga upaya pihak-pihak tertentu yang ingin melemahkan atau membajak sistem tersebut demi kepentingan tertentu.

Baca Juga: Antisipasi El Nino dan Risiko Dampak Panas Ekstrim, Kementan Siapsiagakan Penyuluh Hadapi Dampaknya

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap demokrasi.

Justru sebaliknya, seluruh elemen bangsa harus terus berupaya menjaga dan mempertahankannya.

“Ada bahaya-bahaya dalam demokrasi. Ada jebakan. Ada rintangan. Ada orang yang ingin membajak demokrasi. Tapi kita tidak bisa menyerah. Kita harus percaya pada demokrasi dan kita harus berusaha untuk mempertahankan demokrasi. Ini adalah cara terbaik dari semua sistem yang telah kami coba, yang telah dicoba oleh peradaban manusia,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Prabowo mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mempelajari pengalaman India dalam mengelola demokrasi di tengah keberagaman.

Baca Juga: Menilik Peta Pendidikan Tinggi, Pulau Jawa Masih Dominasi Jumlah Mahasiswa Baru Terbanyak di Indonesia

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal penting bagi Indonesia dalam memperkuat persatuan sekaligus membangun demokrasi yang semakin matang.

“Yang penting adalah, masyarakat Indonesia harus belajar dari pengalaman India,” pungkasnya.

Keberhasilan sebuah bangsa bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuannya menjaga persatuan dalam keberagaman.

Dari pengalaman itulah, Indonesia dapat terus melangkah membangun demokrasi yang semakin dewasa dan memberi manfaat bagi seluruh rakyat.***