POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah yang konkret menghentikan perang Israel dan Hamas Palestina.

Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, langkah politik atau langkah konkret PBB sangat dibutuhkan agar kedua negara melakukan gencatan senjata.

Abdul Mu'ti kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/10/2023) mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) segera mengambil langkah-langkah politik dan diplomatik dengan melibatkan pihak-pihak terkait dalam perang Israel dan Hamas ini.

Baca Juga: Hamas Kembali Hujani Israel Selasa Malam, Pemimpin Chechnya Terlibat Serukan Jalan Damai

"Khususnya Israel-Palestina untuk menghentikan perang, melakukan gencatan senjata, dan melakukan perundingan damai," sambungnya.

PP Muhammadiyah juga meminta kepada pemerintah Indonesia untuk terus bersuara atas konflik Israel dengan Palestina melalui PBB dan OKI.

Abdul Mu'ti mengatakan, lembaganya mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina dan akan mengirimkan bantuan kemanusiaan, baik dari segi medis maupun kebutuhan lainnya untuk membantu warga Palestina yang terdampak akibat perang tersebut.

"Muhammadiyah senantiasa mendukung perjuangan Palestina serta bersiap mengirimkan bantuan dan relawan kemanusiaan," jelasnya.

Baca Juga: Sosok Panglima Militer Hamas 30 Tahun Dicari Israel, Terpaksa Menyamar Saat Ibunya Meninggal

"Aktif berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak yang dapat dipercaya untuk membantu masyarakat sipil yang menjadi korban perang terutama anak-anak dan perempuan," tutur dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah KH Cholil Nafis mengecam tindakan Israel yang telah menewaskan ratusan nyawa manusia, termasuk warga sipil tak berdosa.

Dalam serangan militer Israel ke Palestina, mereka mengklaim telah membunuh setidaknya 1.500 pejuang Palestina dan warga sipil.

"Saya mengecam keras serangan Israel," kata Kyai Cholil, Rabu 11 Oktober 2023.

Peperangan Israel dengan Palestina yang sudah terjadi sejak lama itu, Kyai Cholil menyarankan sebaiknya semua negara turut andil dalam mendorong agar konflik antar Israel dengan Palestina diselesiakan secara damai.

Baca Juga: Perang Israel Palestina Hamas Terus Memanas, Brigade Al Qassem Ancam Bunuh Sandera Sipil Israel

"Saya usul untuk menghentikan peperangan, serta mendorong penyelesaian secara damai," tandas Kyai Cholil.

Sepertuli diketahui, pada Sabtu (7/10/2023) pekan lalu ratusan anggota Hamas berhasil melakukan infiltrasi ke wilayah Israel yang berbatasan dengan Jalur Gaza.

Infiltrasi dilakukan sesaat setelah Hamas meluncurkan serangan roket. Ratusan anggota Hamas yang berhasil memasuki wilayah Israel kemudian melakukan serangan ke beberapa kota di dekat perbatasan Gaza.

Pejuang Hamas dilaporkan melakukan penyerbuan ke 22 lokasi di Israel selatan pada Sabtu pagi, termasuk kota-kota dan komunitas kecil sejauh 24 kilometer dari perbatasan Gaza. Ketika mundur, mereka menahan sejumlah warga untuk dijadikan sandera.

Merespons operasi serangan Hamas, Israel telah meluncurkan Operation Swords of Iron dan membombardir Jalur Gaza. Target utamanya adalah markas atau situs lainnya yang berkaitan dengan Hamas.***