POJOKSATU.id - Rumah Rengasdengklok, milik Djiauw Kie Siong, menjadi saksi sejarah detik-detik proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ketika Ir. Soekarno dan Moh. Hatta diasingkan oleh golongan pemuda yang menganggap kemerdekaan Indonesia harus segera diumumkan.
Peristiwa pengasingan ini lebih sering dikenal dengan sebutan Peristiwa Rengasdengklok, yang membuat kemerdekaan Indonesia dilaksanakan lebih cepat dari keputusan awal.
Aksi penculikan ini sendiri dilakukan oleh golongan muda Selama di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta ditempatkan di rumah Djiauw Kie Siong, yang masih berdiri hingga kini dan menjadi tempat wisata sejarah yang banyak dikunjungi.
Di rumah inilah ide dan rancangan mengenai proklamasi kemerdekaan dirancang dalam kertas-kertas.
Baca Juga: Rumah Sie Kong Lian, Tempat Lahirnya Sumpah Pemuda yang Kini Jadi Museum
Rumah ini memiliki dua tempat tidur kayu jati, satu untuk Soekarno dan satu lagi untuk Bung Hatta.
Golongan tua menganggap kemerdekaan Indonesia harus diputuskan melalui rapat PPKI terlebih dahulu setelah kekosongan kekuasaan pasca kekalahan Jepang dari Sekutu pada 14 Agustus 1945.
Rumah Rengasdengklok, milik Djiauw Kie Siong, menjadi tempat bersejarah di mana Ir. Soekarno dan Moh. Hatta diasingkan dan tempat proklamasi kemerdekaan Indonesia dirumuskan.
Muhammad Muhibbuddin dalam "Bung Hatta: Kisah Hidup dan Pemikiran Sang Arsitek Kemerdekaan" (2019) menyebut bahwa berita mengenai kekalahan Jepang sulit masuk ke dalam negeri, namun berhasil didengar oleh Sutan Syahrir dari siaran radio luar negeri.
Baca Juga: Sosok Johanna Tumbuan Masdani, Pembaca Naskah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928
Berita ini tersebar hingga sampai kepada para pemimpin Indonesia waktu itu, termasuk Ir. Soekarno dan Moh. Hatta.
Golongan muda kemudian mendesak dua tokoh ini untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Namun, kehendak dari golongan muda ini ditentang oleh golongan tua, yang menilai bahwa kemerdekaan itu haruslah dibicarakan dulu dalam rapat PPKI atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Sejarah Lagu Indonesia Raya, Pertama Kali Diputar Pada Kongres Pemuda II
Selain itu, di Indonesia sendiri waktu itu masih banyak tentara Jepang, sehingga ditakutkan terjadi pertumpahan darah yang tidak diinginkan.
Namun, golongan muda menilai bahwa PPKI merupakan salah satu hasil bentukan Jepang, sehingga kemerdekaan Indonesia harus dilakukan tanpa campur tangan Jepang.
Perbedaan pendapat itu pun tidak menemui titik terang, dan dari sinilah muncul peristiwa penculikan Soekarno-Hatta yang dilakukan oleh golongan muda. Rumah Djiauw Kie Siong di Rengasdengklok pun jadi bagian sejarah kemerdekaan Indonesia. ***



