POJOKSATU.id - Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya. Setuju?
Negara ini tidak hanya memiliki keindahan alam dan keragaman budaya, tetapi juga memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar!
Energi terbarukan merujuk pada energi yang berasal dari sumber daya alam dan dapat diperbarui secara berkelanjutan, seperti matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa.
Energi terbarukan ini memiliki peran penting dalam masa depan kita karena dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca yang berkontribusi pada perubahan iklim global.
Baca Juga: Ganjar Jajaki Kerjasama Baru Jateng-Australia Bidang Energi Terbarukan
Menurut pernyataan dari Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang mencapai 3.600 gigawatt!
Ini adalah angka yang luar biasa besar, teman-teman.
Untuk memberikan gambaran, satu gigawatt setara dengan 1.000 megawatt atau 1 juta kilowatt.
Dengan kata lain, jika Indonesia mampu mengoptimalkan potensi energi terbarukan ini, kita dapat menjadi salah satu produsen energi terbesar di dunia!
Baca Juga: Dorong Transisi Energi, Ganjar Jadikan Cilacap Pilot Project Kapal Listrik
Pernyataan ini disampaikan oleh Bapak Luhut dalam pidatonya di acara Indonesia Sustainability Forum (ISF) 2023.
Beliau menjelaskan bahwa Indonesia perlu melakukan transformasi untuk menjadi negara yang ramah lingkungan dan mandiri dalam sektor energi.
Tak hanya itu, beliau juga menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam lainnya yang dapat mendukung transisi ke energi terbarukan, seperti keanekaragaman hayati dan sumber daya mineral.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Optimalisasi Potensi EBT dan Energi Hijau di Jawa Tengah
Contoh konkret dari energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia adalah panas bumi. Energi panas bumi ini berasal dari panas yang ada di dalam bumi.
Indonesia memiliki cadangan panas bumi terbesar di dunia, namun sayangnya hanya sekitar 10 persennya yang dimanfaatkan.
Pemanfaatan potensi panas bumi yang lebih baik dapat membantu kita mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang berkontribusi pada polusi dan kelangkaan sumber daya.***



