POJOKSATU.id, JAYAPURA—Polri mengungkap fakta baru jumlah korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Yahukimo, yang terjadi, Jumat sore (21/3/2025).

Ternyata jumlah korban mencapai 10 orang dari tenaga pendidik dan tenaga medis saat rumah di SD Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) di Distrik Anggruk tersebut dibakar KKB.

Dari 10 korban ini, dimana satu guru atas nama Rosalia Rerek Sogen meninggal dunia, sementara 9 lainnya mengalami kondisi berbeda, ada yang luka ringan, luka berat dan kondisi sehat.

Dalam rilis Polri yang diterima wartawan, serangan tak berperikemanusiaan itu mengorbankan sepuluh orang guru dan tenaga medis di sana.

Baca Juga: AHY Tunjuk Herman Khaeron sebagai Sekjen Demokrat 2025-2030

Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengatakan perbuatan KKB itu sangat keji dan biadab karena mengorbankan pendidik yang mengabdikan diri untuk anak-anak Papua.

“Ini adalah tindakan biadab dan sangat keji. Para guru dan tenaga medis itu bukan militer, mereka adalah pendidik yang mengabdikan diri untuk anak-anak Papua,” katanya dalam keterangan itu.

Ia menegaskan bahwa kekejaman yang dilakukan KKB merupakan upaya menciptakan ketakutan dan menghambat pembangunan, terutama di sektor pendidikan.

Ia mengatakan, seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka, telah dievakuasi ke Jayapura dan dirujuk ke RSAD Marthen Indey Kota Jayapura.

Seluruh korban berhasil dievakuasi dengan lancar ke Jayapura, Minggu (23/3) melalui evakuasi udara.

Baca Juga: Jubir KKB Lansir Foto Akui Bunuh 6 Guru dan Tenaga Medis di Yahukimo, Ini Pernyataannya

Menurutnya, tindakan kekerasan KKN ini tidak akan menyurutkan komitmen negara dalam memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada masyarakat Papua.

Sementara Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menegaskan satu orang guru meninggal akibat ulah KKB di Distrik Anggruk, Yahukimo.

Guru yang meninggal ini bernama Rosalia Rerek Sogen. Sementara guru dan tenaga medis lainnya mengalami luka-luka antara lain Videlis Lena, Tari More, Paskalia Liman, Kosmas Paga, Irma Nenobahan, dan Vantiana Kambu.

Perumahan SD YPK di Distrik Anggruk dibakar oleh KKB pada Jumat sore (21/3).

Kombes Yusuf menegaskan para korban telah dievakuasi ke Jayapura dari Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo.

Baca Juga: Keluarga Guru yang Dibunuh KKB Papua Berharap Jenazah Anaknya Dibawa ke NTT, Bertugas Baru 3 Tahun

Delapan orang berhasil dievakuasi antara lain:

1. Rosalia Rerek Sogen, guru, Suku Flores, meninggal dunia.

2. Doinisiar Taroci More Flores, guru, Suku Flores, luka-luka.

3. Vantiana Kambu, guru, Suku Papua, Sorong, luka-luka.

4. Paskalia Peni Tere Liman, guru, Suku Flores, luka-luka.

5. Fidelis De Lena, guru, Suku Flores, luka-luka.

6. Kosmas Paga, guru, Suku Flores, luka-luka.

7. Penus Lepi, guru, Suku Kimial Yahukimo, sehat.

8. Irawati Nebobohan, tenaga kesehatan, suku NTT, luka-luka.


Dua orang tidak dievakuasi

1.Lenike Saban, guru, suku Yahukimo, sehat.

2.Erens, petani, suku Yahukimo, sehat.***