POJOKSATU.id, KARAWANG - Untuk memperingati Hari Buruh Internasional, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang bersama Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan, menggelar acara nonton bareng Film berjudul Nasibmu Asep 2, di XXI Resinda Park Mall.

Dalam acara tersebut, dihadiri pula oleh para seniman, Paguyuban Asep Dunia (PAD), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Karawang.

Film tersebut diproduksi oleh Polres Karawang dan merupakan kelanjutan dari Film Nasibmu Asep yang telah tayang pada peringatan May Day 2021 lalu.

Para tokoh yang ada di Film Nasibmu Asep 2, diperankan oleh Polres Karawang dengan para buruh dan seniman di Karawang.

"Film tersebut mengisahkan tentang perjuangan hidup para buruh," ucap Kapolres Karawang AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Senin, 1/5/2023.

AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengatakan, dengan pembuatan Film tersebut, diharapkan dapat mempererat hubungan antara stakeholder, perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.

"Kita memiliki semangat yang sama, harapannya, para buruh dapat semakin maju dan sejahtera," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana, sangat mengapresiasi kepada Polres Karawang yang telah sukses menggarap Film Nasibmu Asep 2.

"Mudah-mudahan Film ini bisa mengapresiasi perjuangan kaum buruh. Selain itu, acara ini menjadi momentum silaturahmi dan ikhtiar bersama, bagaimana kita memperjuangkan nasib buruh," tuturnya.

Cellica Nurrachadiana, mengatakan, acara tersebut juga sebagai bentuk kekompakan antara Pemerintah Daerah, Serikat Buruh dan Pimpinan Perusahaan.

"Karena keberhasilan pembangunan daerah itu, harus saling berkolaborasi dan bersinergi," ujarnya.

Lalu, salah satu buruh yang berperan dalam Film Nasibmu Asep 2, sangat bangga dan senang karena dapat ikut berpartisipasi. Ia adalah Ketua Koalisi Buruh Pangkal Perjuangan, Suparno Prapto Sudarmo.

"Film ini merupakan gambaran tentang kondisi buruh setelah adanya Undang-undang Cipta Kerja. Film ini sebenarnya memprotes kebijakan pemerintah yang memberatkan dan tidak berpihak kepada buruh," bebernya. (Ega Nugraha/Pojoksatu)