POJOKSATU.id - Salah satu kursi panas di kabinet era Prabowo Subianto adalah posisi Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Disebut-sebut, kementerian ini nantinya akan berubah menjadi Super Holding BUMN.

Untuk posisi ini, sudah beredar sejumlah nama yang disebut-sebut bakal jadi orang nomor satu di seluruh perusahaan plat merah itu.

Baca Juga: Wasit Ahmed Al Kaf Telat Tiup Pluit Akhir Laga Bahrain vs Indonesia, Begini Penjelasan FIFA

Dari sederet nama-nama tersebut, diantaranya adalah Rosan Roeslani dan Muliaman Hadad.

"Kalau saya secara jujur harus menyebut nama, maka yang terjadi saya ngarang bebas," ungkap Harris Turino dalam 'Daulat Bicara: Siapa Menteri BUMN Pilihan Prabowo?', di Jakarta, Jumat (11/10/2024).

"Wong, pengetahuan kita sama, bacaan kita sama," sambung dia.

Baca Juga: Ramai Video Klarifikasi Wasit Ahmed Al Kaf Usai Laga Bahrain vs Indonesia, Cek Faktanya!

Kendati demikian, politikus PDI Perjuangan itu enggan berspekulasi siapa pastinya yang akan menduduki kursi Menteri BUMN.

Untuk diketahui, Rosan Roeslani merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Saat ini, Rosan menjabat sebagai Menteri Investasi.

Baca Juga: KPK Tindak Lanjut Dugaan Korupsi Pemotongan Honor Hakim Agung

Sementara Muliaman Hadad mempunyai pengalaman di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Bank Indonesia (BI).

Saat ini, dia menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI).

Haris meyakini, siapapun itu, Prabowo Subianto disebutnya sudah mengantongi nama yang dipilihnya.

Meski bisa jadi, Prabowo sendiri kebingungan menentukan siapa sosok yang bakal menggantikan Erick Thohir untuk lima tahun ke depan.

"Yang tahu cuma Prabowo. Dan Prabowo sendiri sekarang masih bingung," ucapnya.

Baca Juga: 5 Wisata Malam di Bogor untuk Pelepas Penat Selepas Kerja, Cocok Buat Charge Energi Sebelum Beraktivitas Kembali

"Mau Si A, mau Si B, mau Si C. Tapi saya yakin nama itu sudah ada dikantong Pak Prabowo," lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini.

Harris yang sebelumnya duduk sebagai Anggota Komisi VI DPR RI yang merupakan mitra kerja BUMN, menegaskan bahwa komitmen Fraksi PDIP terhadap pos kementerian BUMN.

"Keputusan akhir di fraksi kami, di Komisi VI, siapapun yang jadi Menteri BUMN kita awasi, ceto! Ikuti komanndan saya," tutup dia.

VERSI ANDROID

VERSI iOS

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di atas.***