POJOKSATU.id, DENPASAR—Polisi mengungkap 15 menit sebelum Timothy Anugerah Saputra (22) mahasiswa FISIP Universitas Udayana (Unud) melompat dari gedung, dia terlihat panik.

Fakta ini didapat polisi dari keterangan seorang mahasiswa Unud berinisial NKGA yang melihat korban terlihat panik keluar dari lift sebelum kejadian dugaan kuat bunuh diri.

Keterangan ini juga diperkuat dari beredarnya pesan WhatsApp (WA) di kalangan mahasiswa di kampus Unud bahwa Timothy diduga mengalami gangguan mental sebelum kejadian.

Baca Juga: Ayah Timothy Pertanyakan Penyebab Kematian Anaknya, Bunuh Diri Kecelakaan atau Unsur Lain

Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi, Kamis malam (16/10) mengatakan, berdasarkan keterangan saksi mahasiswa berinisial NKGA, korban terlihat panik sebelum kejadian lompat dari gedung.

Dimana kurang lebih 15 menit sebelum kejadian lompat dari lantai empat, korban datang dari arah pintu lift, dengan posisi menggendong tas ransel dan memakai baju putih.

“Terlihat seperti orang panik dan seperti melihat-lihat situasi sekitar kampus," ujar Sukadi.

Beberapa saat kemudian usai saksi NKGA melihat korban, korban lalu diketahui melompat dari lantai empat dan jatuh di depan lobi gedung.

Baca Juga: Terlibat dalam Bullying Timothy Anugerah Saputra, BEM FKP Unud Resmi Pecat sang Wakil Ketua

Mahasiswa serta petugas keamanan kampus langsung mengevakuasi korban ke RSUP Prof IGNG Ngoerah, Denpasar.

Diduga Gangguan Mental

Dugaan bahwa korban mengalami gangguan kesehatan mental juga diperkuat oleh pesan berantai di kalangan mahasiswa yang menyebut perilaku tersebut telah berlangsung lama.

Timothy disebut beberapa kali berupaya melompat dari gedung sebelum kejadian nahas itu.

Selain itu, beredar pesan di kalangan mahasiswa yang menyebutkan bahwa perilaku tersebut sudah berlangsung lama.

“Dia sering benturin kepala ke tembok kalau ada pendapat dia yang dianggap salah waktu diskusi sama dosen," jelas pesan yang tersebar di grup mahasiswa.

Selain itu, Timothy diduga bukan pertama kali melakukan percobaan melompat dari ketinggian.

"Udah berkali-kali sebenarnya mau loncat dari gedung," lanjut pesan berantai di grup mahasiswa Unud ini.***