POJOKSATU.id, MAKASSAR – Polresta Makassar masih menunggu hasil autopsi jenazah siswa kelas 6 SD inisial MR (15) yang diduga tewas buntut dikeroyok temannya sepulang sekolah.
Polisi sudah menerima laporan dari keluarga korban terkait kasus ini. Kejadian pengeroyokan pada siswa kelas 6 SD ini diduga terjadi pekan lalu.
MR merupakan siswa kelas 6 SD Maccini I, Kota Makassar. Korban sempat dirawat intensif selama lima hari di rumah sakit.
Hasil medis awal menyebutkan MR mengidap demam berdarah dan tipes. Namun dugaan kekerasan fisik terhadap korban masih diselidiki polisi.
Baca Juga: Polisi Tembak Mati Dua Pencuri Rokok Spesialis Antar Provinsi
Menurut keluarga, tubuh korban ditemukan sejumlah luka lebam dan bekas luka bakar diduga disundut rokok.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, kepada wartawan, Senin (2/7/2025) menyebutkan, laporan keluarga korban sudah mereka proses.
Namun mereka masih menunggu hasil resmi autopsi apakah kematian korban akibat penganiayaan atau hal lain.
"Kami menunggu hasil autopsi dari kedokteran untuk dinyatakan meninggalnya karena apa? Baru nanti kita bisa bicara langkah yang selanjutnya," kata Arya.
Penyidik berencana memeriksa orang tua korban, guru, hingga teman sekolah AF, dalam waktu dekat.
Baca Juga: Harapan Ribuan Calon PNS Kelahiran 1990 dan 1991 Pupus, Menpan RB Belum Buka Seleksi CPNS 2025
Berdasarkan laporan orang tua korban, terduga pelaku lebih dari 2 orang. Namun Kombes Arya kembali menegaskan pihaknya masih mengumpulkan bukti baik dari hasil autopsi, pemeriksaan saksi, hingga pengecekan di lokasi kejadian.
"Yang diduga ini lebih dari dua orang, kita tidak tahu karena masih dalam proses penyelidikan," kata Arya.
Sebelumnya diberitakan, korban meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit pada Jumat (30/5).
Keluarga korban menyebut MR dikeroyok temannya pekan lalu sepulang sekolah setelah mengikuti ujian akhir.
"Di rumah sakit saya tanya, 'AF, siapa yang pukul kau, Nak?' Dia bilang, 'teman'. 'Berapa orang anak?' Dia mengakunya tiga, dia kasih naik jarinya tiga," ujar tante korban, Dasma kepada wartawan di rumah duka, Jumat (30/5) malam.
Pengeroyokan itu membuat korban mengalami luka di sejumlah tubuhnya. Diduga pelaku pengeroyokan ada juga siswa SMP dan SD.
“Ada anak SMP, dua anak SD. Dipukul saat pulang sekolah. Banyak lukanya, bahkan ada bekas rokok di punggungnya,” imbuhnya.***


.webp)

