POJOKSATU.ID-Tim gabungan dari Inafis Polri dan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara kembali melakukan olah TKP di lokasi kematian bapak dan anak balita yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di kawasan Koja, Jakarta Utara.
Dari hasil olah TKP, tim menemukan bentuk cairan san sisa- sisa makanan. Dua alat bukti ini kemudian mengampil sampel-sampel yang nantinya akan diteliti lebih lanjut tim Inafis Polri.
"Ada sampel bentuk ciran dan sisa makanan serta benda-benda yang dianggap penting dilakukan pemeriksaan laboratorium forensik," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh kepada wartawan, Rabu (1/11/2023).
Baca Juga: Motif Pembunuhan Ibu dan anak di Subang Mulai Terkuak, Begini Penjelasan Polisi
AKBP Iverson menuturkan, dalam olah TKP kali ini, pihaknya melibatkan beberapa ahli, seperi histopatologi forensik hingga ahli psikologi forensik.
Hal ini dilakukan tak lain guna untuk mencari titik terang penyebab kematian bos travel dan anak balitanya itu.
"Melibatkan ahli-ahli seperti ahli histopatologi forensik dan ahli psikologi forensik," tuturnya.
Baca Juga: Berminat Masuk Unpar? Simak Dulu Detail Biaya Kuliah Jurusan Tertentu di Unpar melalui Jalur PMDK Disini!
Karena itu, kata AKBP Iverson, semakin banyak barang bukti yang didapat penyidil di lokasi, makin cepat pula terbongkarnya penyebab kematian korban.
"Semakin banyak bukti-bukti yang kami dapatkan di TKP, maka sakin baik analisa para ahli," tegasnya.
Pihal kepolisian terus menyelidiki penyebab kematian bapak dan anak balita yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di kawasan Koja, Jakarta Utara.
Baca Juga: Peduli Bencana Kelaparan di Papua, Fans Park Jimin BTS di Indonesia Donasi Puluhan Juta
Dari hasil pendalaman sementara, tidak ada tanda-tanda atau bekas orang masuk ke kediamaan bapak berinisial HR (50) dan anaknya berumur 2 tahun itu.
"Kecil kemungkinan jejak orang asing masuk, tidak ada jejak secara scientific," kata Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat dihubungi, Selasa (31/10/2023).
Di sisi lain, kata Kombes Pol Gidion, rumah korban yang merupakan bos travel itu dalam kondisi terkunci.
Hal itu juga yang menjadi pertimbangan peyidik tidak adanya tanda-tanda orang lain masuk ke rumah korban.
Baca Juga: Inilah Skuad Timnas Indonesia U17 untuk Piala Dunia U17 2023, Ada Pemain Sao Paulo
"Tidak ada jejak orang asing masuk karena kondisi pintu yang tertutup," ujarnya.
Pria ditemukan tewas bersama anaknya seorang balita di kediamannya di kawasan Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (28/10/2023).
Namun warga di Jalan Balai Rakyat 5, Dukuh Selatan, Koja, Jakarta Utara sudah digegerkan aroma bau menyengat selama dua hari yang berasal dari sebuah rumah.
Baca Juga: Peduli Bencana Kelaparan di Papua, Fans Park Jimin BTS di Indonesia Donasi Puluhan Juta
Saat ditemukan warga, keduanya sudah dalam kondisi membusuk. Satu korban ditemukan berada di depan pintu kamar mandi. Sementara anaknya ditemukan di dalam kamar.
Selanjutnya jasad ayah dan balita yang ditemukan tewas di dalam rumah di Koja, Jakarta Utara dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Hasil olah TKP Polres Jakarta Utara bersama Polsek Koja. kondisi rumah korban seperti tidak terurus, kendaraan roda dua dan roda empat sudah berdebu.
Baca Juga: Kisah Soeharto Undang 4 Pengamen Jalanan untuk Nyanyi di Ulang Tahun Ibu Tien
Diduga kendaraan tersebut jarang digunakan dalam waktu cukup lama.
Sementara itu, warga menemukan istri korban duduk di sofa. Kondisinya sudah tidak bisa ngomong dan kondisi lemes. ***



