POJOKSATU.ID- Seorang anak di bawah umur menjadi korban begal payudara di Meruya Selatan, Kembangan. Polisi segera bertindak menahan pelaku berkat laporan warga dan rekaman CCTV yang merekam aksi kriminal tersebut.
Kapolsek Kembangan, Kompol Moch Taufik, mengonfirmasi penangkapan pelaku pada Rabu, 14 Januari 2026. “Pelaku sudah diamankan kemarin,” ujarnya seperti dikutip.
Polisi kini menelusuri motif di balik tindakan pelaku serta memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat. Kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Rekaman CCTV yang dipasang di Jalan H Sodon, Meruya Selatan, menjadi bukti utama. Ketua RT setempat, Pijai Sapudin, menyampaikan bahwa pelaku terekam dua kali di depan Musala Baitul Ghufron.
Baca Juga: Beras di Tangan, Salaman Belakangan: Momen Zulhas Abaikan Masyarakat Jadi Sorotan
“Pelaku terlihat menggunakan sepeda motor dengan plat nomor B-4410-***” kata Pijai. Bukti visual ini memudahkan polisi melakukan penangkapan cepat dan akurat.
Motif pelaku masih dalam penyelidikan, namun polisi menilai kemungkinan adanya faktor oportunistik atau gangguan perilaku. Psikolog anak menekankan bahwa kejahatan seksual pada anak di bawah umur dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kesempatan hingga gangguan psikoseksual.
Kasus ini memunculkan risiko sosial signifikan. Trauma psikologis pada korban bisa berkepanjangan, termasuk rasa takut, rendah diri, hingga kesulitan berinteraksi sosial. Orang tua di lingkungan sekitar juga menjadi cemas terhadap keamanan anak-anak mereka, sementara reputasi lingkungan dapat terdampak negatif jika tindak kejahatan tidak segera ditangani.
Warga setempat diimbau tetap waspada terhadap perilaku mencurigakan dan melaporkan setiap kejadian serupa. CCTV dan pengawasan lingkungan terbukti efektif dalam menangkap pelaku. Ketua RT menekankan, “Kesigapan warga dan aparat menjadi kunci mencegah anak-anak menjadi korban selanjutnya.”
Baca Juga: Dari Trauma ke Transformasi, Banjir Besar Medan 2025 Jadi Titik Balik Tata Kelola Bencana
Selain itu, edukasi dan pengawasan orang tua terhadap anak perlu ditingkatkan, termasuk mengajarkan anak mengenali situasi berisiko dan berani melapor. Pendekatan ini penting untuk meminimalkan kemungkinan terulangnya kasus serupa.
Penangkapan pelaku menunjukkan keseriusan aparat hukum dalam menindak kejahatan seksual terhadap anak. Polisi menegaskan bahwa motif pelaku akan diselidiki secara tuntas, termasuk kemungkinan gangguan psikologis atau faktor kriminal lainnya. Tindakan tegas ini diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat bahwa kejahatan terhadap anak tidak ditoleransi.
Kasus begal payudara anak di Kembangan menjadi pengingat bahwa keamanan anak adalah tanggung jawab bersama, dari aparat hingga warga. Penegakan hukum yang cepat, pengawasan lingkungan, serta edukasi anak menjadi kombinasi penting untuk mencegah kejahatan seksual terhadap anak.***



