POJOKSATU.id, JAKARTA-- Polisi tengah mendalami rekaman CCTV yang diperoleh dari rumah sakit dan sekitar lokasi penemuan jasad Sutrimo di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jaksel.

Selain memeriksa CCTV, polisi juga memeriksa lima saksi terkait kematian pria usia 42 tahun yang juga Karumga Febrie Adriansyah ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, salah satu yang diselidiki adalah empat orang yang disebut mengantarkan Sutrimo ke Rumah Sakit Muhammadiyah.

Baca Juga: Beredar Diduga Kesaksian Ferry Boboho di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie Soal Uang Rp 90,2 Miliar

“Terkait tentang CCTV yang beredar kami belum bisa dapat mengonfirmasi karena ini masih ada proses persesuaian antara CCTV yang beredar dengan fakta sebenarnya dari hasil CCTV yang sudah diminta oleh teman-teman penyelidik,” tutur Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).

Penyelidikan saat ini berfokus pada wajar tidaknya kematian Sutrimo. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa lima saksi.

Di antaranya sopir ambulans AZ, pengemudi ambulans di Banyumas, petugas di rumah sakit berinisial M yang membantu memindahkan jasad Sutrimo ke ambulans, MZ dan S sebagai manajer pemilik ambulans, dan seorang rekan Sutrimo bernama MA.

Baca Juga: Kejagung Kembali Tetapkan Tersangka Baru di Kasus TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Amankan 2 Alat Bukti Ini

Menurut MA, Sutrimo memang terlihat di depan Mordent Aesthetic Clinic di malam sebelum ditemukan tewas.

Menurut Budi, tak ada kendala yang dialami penyidik selama sepekan ini. Hanya saja, penyidik masih memerlukan waktu untuk menyelidiki kematian Sutrimo, sembari menunggu hasil pemeriksaan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

“Tidak ada kendala. Proses ini kan tidak instan, tetapi ada tahapan-tahapan. Polri selalu menjaga etika kelembagaan dan Polri selalu mengedepankan nurani di dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Budi.***