POJOKSATU.id, KUPANG – Dokter Icha (27) meninggal dunia gantung diri (gandir) di rumah orangtuanya di Perumahan RSS Baumata, Kupang, NTT, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.

Dokter bernama lengkap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni ini diduga mengalami depresi berat usai kena intimidasi tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Polres TTU akan memanggil tiga anggota dewan ini untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhadap dr Icha.

"Kami juga berkoordinasi dengan ahli pidana dan ahli psikologi guna mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana atau tidak. Semua dilakukan berdasarkan fakta dan ketentuan hukum yang berlaku," jelas Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, Sabtu (27/6).

Baca Juga: Kronologi Dokter Icha Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah Ortunya, Diduga Gantung Diri

Di samping proses penyelidikan, Polres TTU terus mengedepankan langkah-langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

"Polisi telah melakukan pendekatan kepada keluarga almarhum agar mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan balasan," tambah dia.

Koordinasi juga dilakukan dengan Ketua DPRD TTU terkait laporan keluarga kepada Badan Kehormatan DPRD, serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU guna mengetahui perkembangan dan respons organisasi profesi terhadap peristiwa tersebut.

Baca Juga: Bekas Jerawat Tak Kunjung Hilang? Kenali Kandungan yang Efektif Memudarkan Noda Hitam hingga Bopeng Nama penulis: Ai Nurmayanti

Polisi saat ini mengintensifkan penyelidikan secara profesional, objektif, dan transparan dengan mengedepankan alat bukti serta keterangan para saksi.

"Hari ini proses pengambilan keterangan terhadap para saksi masih berlangsung. Penyidik terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta untuk membuat terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya akan kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," kata Kapolres TTU AKBP Eliana Papote.

Kapolres menjelaskan penyidik akan memeriksa saksi-saksi yang bertugas bersama korban saat piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada hari kejadian untuk melengkapi proses penyelidikan.

Selain itu, penyidik juga berkoordinasi dengan pihak RS Leona guna memperoleh rekam medis terkait kondisi kesehatan dan kejiwaan dr. Icha selama menjalani perawatan pascakejadian.

Koordinasi juga dilakukan dengan Ketua DPRD TTU terkait laporan keluarga kepada Badan Kehormatan DPRD, serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU.

Selain itu, Polres TTU melakukan komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan agar tidak memanfaatkan isu tersebut sebagai dasar melakukan aksi yang berpotensi mengganggu keamanan.

 

Meninggal Gantung Diri

Keluarga menceritakan kronologi dr Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya, Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 18.00 WITA.

Diketahui, dokter muda ini sempat menjalani perawatan medis karena tekanan psikologis usai diduga diintimidasi oleh anggota DPRD TTU saat menangani pasien anak korban gigitan ular di RS Leona pada Sabtu (13/6/2026).

Paman dr Icha, Fabianus Banase mengatakan, saat kejadian dokter berusia 27 tahun itu di rumah bersama dua adiknya.

Sementara sang ayah sedang berada di kebun, sedangkan ibunya masih bekerja. Kemudian, salah satu adiknya yang juga berprofesi sebagai dokter naik ke lantai dua rumah.

Namun setibanya di atas, ia menemukan dr Icha sudah dalam kondisi tergantung.***