POJOKSATU.id, JAKARTA -- Polda Metro Jaya membeberkan kronologi sebelum Sutrimo penjaga rumah sekaligus Karumga eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditemukan meninggal dunia.

Polisi membeberkan berdasarkan hasil penyelidikan dan penelusuran CCTV yang dilakukan mulai 22 Juli 2026.

"Jadi dari tanggal 22 (Juli), pukul 21.20 WIB, kemudian 21.29 WIB, 21.33 WIB, korban melintas tepat di Klinik SAS. Korban menggunakan motor Mio dengan nopol sekian, motor didorong," kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dewa Anom Danunjaya saat konferensi pers di kantornya, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: Penjaga Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Kena Serangan Jantung, Tak Ada Unsur Pidana

Kemudian pada pukul 21.40 WIB, Sutrimo terlihat keluar dari lokasi menggunakan sepeda motor bersama satu orang dengan mendorongnya melewati Jalan Radio 3, Jakarta Selatan (Jaksel).

"Ini sudah di tanggal 23 Juli 2026. Korban terpantau melintas di Jalan Petogogan 2 menggunakan motor. Kemudian korban melintas di depan klinik menggunakan motor," jelasnya.

Kemudian korban melintas di depan klinik menggunakan motor Yamaha Jupiter. Kemudian korban melintas di Jalan Petogogan 1 pada 23 Juli dinihari.

Baca Juga: Hugo Mengaku Tak Melihat Harvey Moeis dan Jimmy Masrin di Lapas Cibinong, Ketemu Ferdy Sambo

Sampai jam 03.11 WIB, korban dibonceng keluar dari Jalan Radio 1 menggunakan motor. Kemudian putar balik di perempatan Jalan Radio Dalam.

Kemudian Sutrimo berhenti di warung makan di Jalan Radio Dalam Raya pada waktu yang sama.

Korban kemudian melintas ke Jalan Kiai Haji Ahmad Dahlan usai makan. Saat ditemukan meninggal dunia, Sutrimo dalam keadaan mulut berbusa.

"Nomor 28 korban terpantau mengendarai motor dengan nopol sekian berhenti di depan TKP (tempat kejadian perkara), ini sudah kembali. Nomor 30, ambulans dengan nopol sekian keluar dari TKP menuju Rumah Sakit Muhammadiyah," imbuhnya.

"Berarti ini peristiwanya sudah meninggal. Inilah rangkaian dari fakta-fakta CCTV yang berhasil kami ambil,” katanya.

“Kita mengambil puluhan titik CCTV untuk melihat rangkaian peristiwa sehingga kami pengen menghadirkan fakta yang sebenarnya terjadi dari peristiwa meninggalnya korban atas nama Sutrimo," tambahnya lagi.***