POJOKSATU.id, JAKARTA—Penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) akan memeriksa dokter di RS Muhamadiyah Taman Puring Jaksel yang pertama kali menangani jasad Sutrimo penjaga rumah Febrie Adriansyah.
Pemeriksaan Karumga Febrie Adriansyah ini direncanakan pekan depan. Ini merupakan pemanggilan ulang karena sebelumnya dokter RS Muhammadiyah ini absen pemeriksaan.
Kabid Humas Polda Mero Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (9/8/2026) menyebut, pihak kepolisian akan terlebih dahulu memeriksa dokter di RS Muhamadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani jasad Sutrimo pada pekan depan.
Baca Juga: Sudah 2 Minggu Dikubur, Keluarga Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Tak Keberatan Makam Dibongkar
Budi menjelaskan, ini merupakan pemanggilan ulang karena sebelumnya pihak dokter absen pemeriksaan. "Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit," imbuhnya.
"Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait tentang laporan tersebut," kata dia.
Kombes Budi sebelumnya menyampaikan alasan pemanggilan terhadap dokter RS tersebut. Salah satu yang ingin didalami ialah kabar Sutrimo meninggal dengan kondisi mulut berbusa seperti informasi yang beredar.
Baca Juga: Kasus Kematian Sutrimo Eks Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Dilaporkan ke Polisi Usai 2 Pekan
Kombes Budi mengatakan, ada sejumlah foto dan video yang viral terkait kematian Sutrimo, namun kebenarannya harus diperiksa lebih lanjut oleh penyidik.
"Kita mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar nggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan,” katanya.
“Termasuk video-video yang beredar ambulans, keranda jenazah yang dibawa ada CCTV, ini kan harus ditemukan persesuaian oleh teman-teman penyidik," kata Budi Jumat (31/7).
Ada Pelapor ke Bareskrim
Polisi mengungkap kematian Sutrimo penjaga rumah Febrie Adriansyah yang ditemukan di depan klinik kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri.
Dalam laporan itu, disebutkan Sutrimo meninggal dalam kondisi yang tak wajar.
"Memang kemarin kami mendapat informasi, kemarin kami mendapatkan informasi ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar," katanya.
Budi mengatakan, pelapor meminta penyelidik untuk melakukan ekshumasi jenazah Sutrimo.***




