POJOKSATU.ID – Kasus kematian Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) belum lama ini kian ramai disorot publik.
Bagaimana tidak, hal ini dikarenakan mahasiswa Unnes tersebut meninggal dunia dengan segudang tanda tanya.
Sebab, Iko Juliant Junior diduga tewas akibat disiksa aparat kepolisian satuan unit Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng).
Menyikapi hal ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto turut menanggapi tudingan tersebut.
Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsemarang.jawapos.com pada Selasa (2/9/2025).
Dalam artikelnya, Artanto mengimbau kepada pihak keluarga korban untuk melaporan secara resmi tudingan yang berseliweran.
Baca Juga: Zetro Purba Pegawai Kemlu yang Ditembak Mati di Peru Baru Saja Mengambil Uang dari ATM
Tidak lain, hal itu bertujuan agar pihak kepolisian segera menggelar penyelidikan untuk menguak kebenaran kasus kematian korban.
“Segera keluarganya atau utusannya merapat ke Polrestabes Semarang atau ke Mapolda untuk informasikan secara resmi kejadian tersebut,” jelasnya.
“Guna penyelidikan atas informasi tersebut. Kita harus lakukan penyelidikan dahulu informasi tersebut,” lanjutnya.
Lebih lanjut, insiden tragis ini bermula ketika Iko berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kampus pada Sabtu (30/8/2025).
Setelah ke kampus menggunakan almamater, korban kembali ke rumah, namun tidak lama, temannya datang pada pukul 23.00 WIB.
Diketahui, kedatangan temannya itu tidak lain untuk mengajaknya pergi menjemput rekan-rekannya yang ditahan pasca aksi demonstrasi di Polda Jateng.
Tidak lama setelah kepergian Iko dan teman-temannya, hal mengenaskan justru menimpa keluarga korban.
Sebab, selepas dari kepergian tersebut, mahasiswa Unnes itu tidak kunjung memberikan kabar ke pihak keluarga.
Hingga akhirnya, kabar mengejutkan menyasar ke pihak keluarga dengan menyebutkan bahwa Iko tengah dirawat di RSUP dr. Kariadi pada Minggu (31/8/2025).
Baca Juga: Rektor Unisba Bantah Aparat Masuk Hingga Tembak Gas Air Mata ke Kampus: Tidak Ada
Masih dalam kabar yang sama, korban disebut dilarikan ke rumah sakit menggunakan kendaraan Brimob Polda Jateng.
Tidak heran, dalam sekejap, pihak keluarga yang menerima informasi tersebut langsung mengunjungi korban ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, keluarga Iko dikejutkan dengan pernyataan dokter yang mengatakan bahwa korban megalami pendarahan hebat akibat kerusakan limpa.
Baca Juga: BKN Uji Ulang 2,6 Juta Jabatan ASN, Pastikan Aparatur Sesuai Kebutuhan Instansi
Sehingga, korban mau tidak mau harus ditangani lebih lanjut dengan dioperasi guna memperbaiki kerusakan pada organ tersebut.
Setelah dioperasi, pihak keluarga kembali dikejutkan dengan kondisi Iko yang mengigau meminta ampun untuk tidak dianiaya lagi.
“Ampun, pak, tolong, pak, jangan pukuli saya lagi,” jelas mahasiswa Unnes saat pemulihan pasca operasi.
Waktu silih berganti, Iko yang sempat ditangani dengan peralatan medis berakhir meninggal dunia pada Senin (1/9/2025).
Dalam unggahan beredar, tampak korban dalam foto jenazah sebelum pemakaman dipenuhi luka di sekujur wajah. ***
Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:
Versi Android/ Versi iOS
Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:
Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov



