POJOKSATU.ID – Kasus kematian Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) belum lama ini kian ramai disorot publik.

Bagaimana tidak, hal ini dikarenakan mahasiswa Unnes tersebut meninggal dunia dengan segudang tanda tanya.

Sebab, Iko Juliant Junior diduga tewas akibat disiksa aparat kepolisian satuan unit Brimob Polda Jawa Tengah (Jateng).

Baca Juga: DIUMUMKAN Besok 3 September 2025? Begini Cara Cek Pengumuman Kelulusan PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2025

Menyikapi hal ini, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto turut menanggapi tudingan tersebut.

Sebagaimana dikutip Pojoksatu.id dari portal media radarsemarang.jawapos.com pada Selasa (2/9/2025).

Dalam artikelnya, Artanto mengimbau kepada pihak keluarga korban untuk melaporan secara resmi tudingan yang berseliweran.

Baca Juga: Zetro Purba Pegawai Kemlu yang Ditembak Mati di Peru Baru Saja Mengambil Uang dari ATM

Tidak lain, hal itu bertujuan agar pihak kepolisian segera menggelar penyelidikan untuk menguak kebenaran kasus kematian korban.

“Segera keluarganya atau utusannya merapat ke Polrestabes Semarang atau ke Mapolda untuk informasikan secara resmi kejadian tersebut,” jelasnya.

“Guna penyelidikan atas informasi tersebut. Kita harus lakukan penyelidikan dahulu informasi tersebut,” lanjutnya.

Baca Juga: Tiny Titan yang Mungil Tapi Futurustik, VinFast VF3, City Car Listrik Retro Modern dengan Harga Terjangkau, Akselerasi Lincah Hemat Energi

Lebih lanjut, insiden tragis ini bermula ketika Iko berpamitan kepada keluarganya untuk pergi ke kampus pada Sabtu (30/8/2025).

Setelah ke kampus menggunakan almamater, korban kembali ke rumah, namun tidak lama, temannya datang pada pukul 23.00 WIB.

Diketahui, kedatangan temannya itu tidak lain untuk mengajaknya pergi menjemput rekan-rekannya yang ditahan pasca aksi demonstrasi di Polda Jateng.

Baca Juga: September 2025 Gaji PNS Naik 8 Persen dan Pensiunan Terjamin, Ini Rincian Lengkap dari Semua Golongan

Tidak lama setelah kepergian Iko dan teman-temannya, hal mengenaskan justru menimpa keluarga korban.

Sebab, selepas dari kepergian tersebut, mahasiswa Unnes itu tidak kunjung memberikan kabar ke pihak keluarga.

Hingga akhirnya, kabar mengejutkan menyasar ke pihak keluarga dengan menyebutkan bahwa Iko tengah dirawat di RSUP dr. Kariadi pada Minggu (31/8/2025).

Baca Juga: Rektor Unisba Bantah Aparat Masuk Hingga Tembak Gas Air Mata ke Kampus: Tidak Ada

Masih dalam kabar yang sama, korban disebut dilarikan ke rumah sakit menggunakan kendaraan Brimob Polda Jateng.

Tidak heran, dalam sekejap, pihak keluarga yang menerima informasi tersebut langsung mengunjungi korban ke rumah sakit.

Setibanya di rumah sakit, keluarga Iko dikejutkan dengan pernyataan dokter yang mengatakan bahwa korban megalami pendarahan hebat akibat kerusakan limpa.

Baca Juga: BKN Uji Ulang 2,6 Juta Jabatan ASN, Pastikan Aparatur Sesuai Kebutuhan Instansi

Sehingga, korban mau tidak mau harus ditangani lebih lanjut dengan dioperasi guna memperbaiki kerusakan pada organ tersebut.

Setelah dioperasi, pihak keluarga kembali dikejutkan dengan kondisi Iko yang mengigau meminta ampun untuk tidak dianiaya lagi.

“Ampun, pak, tolong, pak, jangan pukuli saya lagi,” jelas mahasiswa Unnes saat pemulihan pasca operasi.

Baca Juga: Tidak Lagi Lewat Kas Daerah! Pada Pencairan TPG Triwulan III Tahun 2025 Penyaluran Gunakan Mekanisme Baru!

Waktu silih berganti, Iko yang sempat ditangani dengan peralatan medis berakhir meninggal dunia pada Senin (1/9/2025).

Dalam unggahan beredar, tampak korban dalam foto jenazah sebelum pemakaman dipenuhi luka di sekujur wajah. ***

Untuk mendapatkan artikel menarik dengan lebih cepat dan mudah bisa download aplikasi Pojoksatu.id untuk Android dan iOS dengan link di bawah ini:

Versi Android/ Versi iOS

Untuk mendapatkan artikel melalui saluran Whatsapp Pojoksatu.id atau Fanpage Edugov Pojoksatu.id bisa klik link di bawah ini:

Channel Whatsapp/ Fanpage Edugov