POJOKSATU.id – Sebuah malam hajatan di Desa Mojo, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, berubah jadi mencekam.
Saat warga tengah sibuk di dapur, sosok berpakaian putih melintas di antara keramaian.
Sekilas tampak seperti pocong, lengkap dengan kain putih panjang yang membungkus tubuhnya.
Baca Juga: Viral Anak TK Didiskualifikasi karena Terlalu Hebat Mewarnai, Netizen Sebut Logika Panitia di Mana?
Dalam hitungan detik, suasana pesta berubah jadi kepanikan.
Kejadian itu berlangsung pada Minggu malam, 9 November 2025, sekitar pukul 22.30 WIB.
Saat itu, warga sedang membantu memasak di rumah Mualim, salah satu warga yang menggelar hajatan.
Baca Juga: Bunda PAUD Banten Raih Apresiasi Nasional, Bukti Nyata Dedikasi untuk Anak Negeri
Beberapa perempuan yang berada di area belakang rumah mendadak berteriak melihat sosok putih bergerak cepat di sekitar kebun pisang.
Spontan warga berhamburan ke luar rumah. Sebagian membawa senter, sebagian lagi membawa pentungan.
Pengejaran terjadi di tengah suasana malam gelap. Namun yang tertangkap hanya selembar kain putih yang kemudian diketahui sebagai bagian atas mukena.
Baca Juga: Bunda PAUD Banten Raih Apresiasi Nasional, Bukti Nyata Dedikasi untuk Anak Negeri
Pelaku berhasil kabur tanpa jejak.
Bukan Pocong, Tapi Masih Misterius
Kapolsek Cluwak, AKP Tejo Pramono, memastikan sosok yang membuat geger itu bukan makhluk gaib. “Kami menduga pelakunya manusia.
Ia hanya menggunakan mukena untuk menakut-nakuti warga,” ujarnya dikutip dari Detik.
Meski begitu, hingga kini pelaku belum tertangkap.
Polisi menyebut motifnya belum jelas, apakah iseng atau ada maksud lain. “Belum ada laporan kehilangan atau kerugian dari pihak yang punya hajatan,” tambah Tejo.
Kepala Desa Mojo, Wiwit Edi Wuryanto, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Ia menyebut, kemunculan sosok menyerupai pocong bukan hal baru di desanya.
“Sudah beberapa kali warga melihat penampakan aneh. Tapi baru kali ini terekam dan viral,” katanya.
Antara Mistis, Iseng, dan Dugaan Pesugihan
Kabar tentang “pocong jadi-jadian” ini memunculkan berbagai spekulasi.
Ada warga yang menduga, sosok itu berkaitan dengan praktik pesugihan—ritual mencari kekayaan dengan syarat tertentu.
Pasalnya, beberapa warga Desa Mojo mengaku kehilangan uang dalam jumlah kecil dalam beberapa bulan terakhir.
Baca Juga: Apindo Gandeng Gubernur Banten, Siapkan SMK Jadi Pabrik SDM Siap Kerja
“Sering hilang Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Kadang juga sampai sejuta. Katanya kalau ada pesugihan, itu tumbalnya,” ujar warga setempat dilansir RadarSolo.
Namun aparat menegaskan belum ada bukti yang mengarah ke praktik semacam itu.
Polisi mengimbau masyarakat tidak mudah percaya pada isu mistis yang belum terbukti.
“Kami fokus pada sisi kriminalnya dulu. Siapa pelakunya, apa motifnya, itu yang kami cari,” jelas AKP Tejo.
Baca Juga: Website Info GTK Sudah Normal, Tapi Status Guru Masih Kode 02, Ada Apa?
Usai kejadian tersebut, warga Desa Mojo sepakat menghidupkan kembali pos ronda.
Mereka berjaga bergantian untuk memastikan keamanan lingkungan. Kepala desa menilai langkah itu penting agar kejadian serupa tak terulang.
“Bukan soal percaya atau tidak percaya makhluk halus. Tapi yang jelas, kalau kampung sepi malam-malam, orang bisa bebas berbuat apa saja,” ujarnya.
Baca Juga: Sekou Kone Kembali ke Indonesia, Dulu Bikin Kagum di Piala Dunia U-17 Kini Tantang Garuda Muda
Sementara itu, video warga saat mengejar sosok putih tersebut sudah menyebar luas di media sosial.
Dalam rekaman berdurasi 30 detik, terdengar teriakan dan kepanikan warga.
Potongan video itu langsung viral di TikTok dan Instagram, memicu ribuan komentar netizen.
Sebagian menganggapnya lucu karena “pocongnya” kabur meninggalkan kain mukena sementara yang lain justru mengaitkannya dengan kisah mistis khas pedesaan Jawa Tengah.
Baca Juga: Viral Anak TK Didiskualifikasi karena Terlalu Hebat Mewarnai, Netizen Sebut Logika Panitia di Mana?
Hingga kini, polisi belum menemukan pelaku. Namun penyelidikan terus berlanjut. AKP Tejo meminta warga tak panik dan tidak menyebarkan video yang belum diverifikasi.
“Kami imbau masyarakat tidak menambah narasi yang menyesatkan. Jangan sampai berita seram jadi sumber hoaks,” ujarnya.
Peristiwa di Desa Mojo ini seolah mengingatkan bahwa di antara kemajuan zaman dan.
Baca Juga: Purbaya Bongkar Modus Impor Nakal, Barang Rp117 Ribu Dijual Rp50 Juta, Kok Bisa Sih?
hiruk-pikuk media sosial, kepercayaan terhadap hal gaib masih melekat kuat di masyarakat.
Di satu sisi, kisah ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan desa.***




