POJOKSATU.id - PNM bersama Kompas Gramedia, menyalurkan bantuan 2.700 buku ke 27 sekolah pedalaman, untuk menjadi tambahan koleksi bacaan.

Bagi banyak anak di wilayah pedalaman, buku bukanlah sesuatu yang mudah dijangkau. Karena itu, kehadiran bantuan 2.700 buku yang disalurkan oleh PNM bersama Kompas Gramedia ke 27 sekolah menjadi lebih dari sekadar tambahan koleksi bacaan.

Buku-buku tersebut menghadirkan pengalaman baru, membuka jendela pengetahuan, sekaligus menumbuhkan mimpi-mimpi yang selama ini hanya tersimpan dalam benak mereka.

Baca Juga: PNM Nyalakan Mimpi Anak-anak Kepulauan Rinca NTT dengan Inklusi dan Literasi

Di tengah keterbatasan akses pendidikan dan literasi, setiap buku yang sampai ke tangan anak-anak membuat mereka berani mengenal dunia yang lebih luas.

Dari cerita tentang profesi, budaya, sains, hingga kisah inspiratif, mereka menemukan bahwa masa depan memiliki begitu banyak kemungkinan.

Semangat itu lah yang dibawa oleh PNM dalam rangkaian HUT ke-27 dalam program RE3forE yaitu Reduce, Re-love, Restyle yang berfokus pada aspek environment, economy, empowerment, dan education.

Seluruh karyawan diajak untuk mengumpulkan buku untuk membangun harapan baru bagi mereka yang membutuhkan sejalan dengan tema “Bersama di Setiap Langkah, Menemani di Setiap Perjuangan”.

Baca Juga: DPRD Jabar Desak Pemprov Tuntaskan Temuan BPK, Tindak Lanjut Baru Capai 69,81 Persen

Anak-anak yang biasanya bergegas pulang setelah sekolah memilih bertahan lebih lama untuk membaca bersama. Beberapa bahkan mulai saling bertukar buku dan menceritakan kembali isi bacaan kepada teman-temannya. Suasana belajar yang sebelumnya sunyi berubah menjadi ruang penuh rasa ingin tahu.

“Anak-anak senang sekali ramai-ramai langsung membaca buku” ujar Mansyur Kulle, salah satu pengelola sekolah di Gowa yang menjadi penerima manfaat.

Melalui langkah ini, PNM tidak hanya menghadirkan buku, tetapi juga menghadirkan kesempatan. Kesempatan bagi anak-anak di pelosok negeri untuk mengenal lebih banyak cerita, memperluas wawasan, dan percaya bahwa mimpi mereka layak diperjuangkan.

Baca Juga: KDS Kumpulkan Kepala Daerah se-Bandung Raya, Fokus Tangani Banjir dan Krisis Sampah

Terkadang, perubahan besar tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Ia bisa lahir dari sebuah buku yang dibuka dengan penuh rasa penasaran oleh tangan-tangan kecil, di sebuah sekolah yang jauh dari hiruk-pikuk kota. Dan dari sanalah, harapan mulai tumbuh bagi mereka yang sebelumnya sulit mendapat kesempatan. ***