POJOKSATU.id - Penguatan sistem kaderisasi menjadi fokus utama Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Garut.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Musyawarah Pimpinan Cabang (Muspimcab) I yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat arah organisasi di masa mendatang.

Forum yang dipadukan dengan Workshop Kaderisasi itu berlangsung di Villa Guntur Sari pada 27–28 Juni 2026.

Sebanyak 115 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung tema "Konsolidasi Strategi Transformatif Menuju Kaderisasi PMII yang Berdaya Saing."

Baca Juga: Logo Resmi HUT ke-81 RI Diluncurkan, Karya Fajar Novario Terpilih Lewat Voting Publik

Salah satu hasil pembahasan dalam Muspimcab I adalah dorongan untuk membangun sistem kaderisasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Selain itu, forum juga merekomendasikan peningkatan kualitas pelatihan, perluasan jejaring organisasi, serta pengembangan kemampuan kader dalam bidang akademik, kepemimpinan, sosial, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Umum PC PMII Garut, Adrian Hidayat, mengatakan kaderisasi merupakan fondasi utama yang menentukan masa depan organisasi.

Karena itu, proses pembinaan kader harus terus diperkuat agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Baca Juga: Dokter Icha

Menurut Adrian, kaderisasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan formal.

Lebih dari itu, proses tersebut harus mampu membentuk karakter, meningkatkan kualitas kepemimpinan, sekaligus menumbuhkan daya juang setiap kader dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ia menilai PMII Garut perlu memiliki arah kaderisasi yang lebih terukur serta menyesuaikan perkembangan zaman.

Kader diharapkan tidak hanya aktif di lingkungan organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, wawasan yang luas, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Sekdis Perumahan Pemkab Bangkalan Tewas di Bandara Juanda, Suami Ungkap Riwayat Lambung Akut

Sebelum memasuki pembahasan rekomendasi, peserta Muspimcab terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap berbagai program kaderisasi yang telah berjalan.

Evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan strategi baru, termasuk pembenahan tata kelola organisasi dan penyelarasan sistem kaderisasi agar lebih efektif.

PMII Garut menilai dinamika sosial, perkembangan teknologi, serta perubahan dunia akademik menuntut organisasi mahasiswa untuk terus beradaptasi.

Baca Juga: Hidup Sendiri dan Sakit, Lansia di Karawang Tinggal di Bangunan Kosong

Oleh sebab itu, kader yang dibentuk harus memiliki kemampuan intelektual, kepemimpinan, dan kepekaan sosial yang seimbang agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Untuk memperkuat kompetensi tersebut, kegiatan juga menghadirkan Workshop Kaderisasi dengan narasumber Luqi Sa’adilah Farindani, Yusuf Abdullah, dan Ilham Akbar Zaini.

Para pemateri membahas berbagai strategi pengembangan kepemimpinan organisasi, peningkatan kualitas sumber daya kader, hingga penguatan kapasitas mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital.

Adrian turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, alumni, narasumber, dan semua pihak yang berkontribusi menyukseskan penyelenggaraan Muspimcab I.

Baca Juga: Pidato Bahasa Arab Rais Aam PBNU di Bangkalan Tuai Kritikan

Menurutnya, keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen organisasi dalam menjaga keberlanjutan proses kaderisasi PMII di Kabupaten Garut.

Ke depan, PC PMII Garut berharap seluruh rumusan yang telah disepakati tidak berhenti sebagai dokumen organisasi semata, tetapi diwujudkan melalui program-program nyata yang mampu meningkatkan kualitas kader secara berkesinambungan.

Dengan konsolidasi yang semakin kuat dan sistem kaderisasi yang terus diperbaiki, PMII Garut optimistis dapat mencetak generasi yang adaptif, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan intelektualitas.

Harapannya, kader-kader tersebut mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan daerah.***