POJOKSATU.id - Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Indonesia dalam waktu dekat.
Kunjungan tersebut merupakan balasan atas lawatan Presiden Prabowo Subianto ke India yang berlangsung pada Januari 2025.
Kabar tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Ravindra Airlangga, usai menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, H.E. Shri Sandeep Chakravorty, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 30 Juni 2026.
"Hari ini kita menerima kunjungan Duta Besar India untuk Indonesia, Bapak Sandeep, dan Beliau menyampaikan berita baik bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi, akan hadir di Indonesia sebagai kunjungan balasan atas kunjungan Pak Prabowo di Januari 2025," ujar Ravindra.
Menurut Ravindra, kunjungan tersebut akan dimanfaatkan kedua negara untuk memperkuat berbagai kerja sama strategis yang selama ini telah dibangun.
Sejumlah sektor yang akan menjadi fokus pembahasan meliputi pelestarian warisan budaya, penguatan kerja sama ekonomi, energi, hingga pengembangan sektor maritim.
"Hal yang akan dibahas adalah salah satunya kerja sama, mereka ingin melihat cultural heritage seperti Candi Prambanan," ujarnya.
"Mereka ingin membantu untuk revitalisasi misalnya. Kemudian kerja sama-kerja sama yang sebelumnya telah dibahas di bidang ekonomi, bidang energi, dan bidang maritim," lanjut Ravindra.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Terima Dubes Maroko, Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia
Salah satu agenda yang juga mendapat perhatian adalah pengembangan koridor strategis yang menghubungkan Kepulauan Andaman dan Nikobar dengan Aceh.
Koridor tersebut dinilai memiliki posisi yang sangat penting karena berada di jalur pelayaran internasional yang berdekatan dengan Selat Malaka.
Pengembangannya diharapkan mampu meningkatkan konektivitas maritim sekaligus memperkuat perdagangan antara Indonesia dan India.
"Sebagai contoh sejenak itu sedikit bagaimana pengembangan strategis koridor antara Andaman, Nicobar dan Aceh."
"Karena itu merupakan shipping lane yang dekat dengan Malacca Street dan bagaimana pengembangan koridor maritim tersebut untuk mendorong pertumbuhan pendapatan bilateral misalnya," jelas Ravindra.
Ia menambahkan, rangkaian kunjungan Narendra Modi akan diawali dengan agenda bersama pemerintah Indonesia di lingkungan eksekutif.
Setelah itu, Perdana Menteri India dijadwalkan menyampaikan pidato di Gedung Parlemen yang akan dihadiri anggota DPR RI, DPD RI, serta komunitas hubungan internasional.
"Kunjungan ini akan dilaksanakan pada eksekutif pertama-tama, kemudian akan dilanjutkan dengan sesi pidato di parlemen bersama anggota DPR, DPD, dan juga komunitas hubungan internasional," pungkasnya.
Koridor Aceh-Andaman Dinilai Strategis
Kepulauan Andaman dan Nikobar yang merupakan wilayah India berada sekitar 150 kilometer di utara Provinsi Aceh dan dipisahkan oleh Laut Andaman.
Kedekatan geografis tersebut menjadikan kedua kawasan memiliki potensi besar untuk memperkuat konektivitas maritim dan perdagangan.
Selain berada di jalur pelayaran internasional yang strategis, pemerintah Indonesia dan India juga terus mendorong pembukaan jalur perdagangan langsung melalui kerja sama bisnis antara pelaku usaha Aceh dan India.
Hubungan kedua wilayah juga memiliki ikatan sejarah yang cukup panjang.
Kedekatan budaya, posisi geografis, hingga pengalaman bersama saat bencana tsunami 2004 menjadi bagian dari hubungan yang terus dikembangkan hingga kini.
Di samping itu, kawasan perairan sekitar Andaman juga menjadi perhatian karena memiliki potensi sumber daya minyak dan gas yang cukup besar sehingga membuka peluang kerja sama lebih lanjut di sektor energi.
Melalui kunjungan balasan Narendra Modi ke Indonesia, kedua negara diharapkan semakin mempererat kemitraan strategis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperkuat stabilitas dan kerja sama di kawasan Indo-Pasifik.***




