POJOKSATU.id, JAKARTA - Yayasan Plan International Indonesia menggelar Business Meet-up Tech Muda 3.0 bertajuk "Harmoni Kolaborasi TVET & DUDI" di Hotel Aona, Jakarta Pusat pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Acara tersebut menjadi jembatan penghubung antara lembaga Technical and Vocational Education and Training (TVET) atau lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan dengan dunia usaha dan dunia insustri (DUDI).

Melalui kegiatan ini, Plan International Indonesia berupaya mengurangi kesenjangan sumber daya manusia (SDM) yang disediakan oleh TVET dengan SDM yang dibutuhkan DUDI.

Baca Juga: UPDATE 56 Daerah Sudah Cair TPG TW 3 2025 per 31 Oktober, Cek Daerah Anda Apakah Masuk Gelombang Ini

Plan International berharap SDM lulusan Balai Latihan Kerja (BLK) dan Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) relevan dengan kebutuhan DUDI.

Sebagai langkah nyata, Plan International turut memberikan pelatihan peningkatan kapasitas staf dan insturktur TVET.

Para insturktur TVET nantinya diharapkan mampu memberikan pelatihan kepada calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.

Baca Juga: Bukan Hanya Sebagai Terminologi, Berikut Manfaat Akad Dalam Pembayaan Syariah

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi mengapresiasi Business Meet-up Tech Muda 3.0 yang digagas oleh PLAN International Indonesia.

Kepala BBPVP Bekasi, Yose Rizal bersyukur karena bisa bertemu langsung dengan BLK maupun PPKD binaannya.

"Saya baru tiga bulan menjabat dan belum sepat keliling ke daerah binaan," ujar Yose Rizal.

Baca Juga: Penyebab Pencairan TPG TW 3 2025 Molor, Dimana Letak Kesalahannya? Apa Kunci Agar Tunjangan Sertifikasi Guru Tepat Waktu?

Ia menyampaikan pada 2025 BBPVP Bekasi intens menggelar Project Based Learning (PBL) untuk menyiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan DUDI.

"Project Based Learning ini filosofinya adalah bagaimana pelatihan yang diberikan itu memberikan solusi bagi dunia usaha dan dunia industri atau DUDI," terang Yose.

Bentuk pelatihannya yakni smart building, smart farming, dan IT. PBL dilaksanakan untuk bisa memberikan solusi kepada dunia usaha dan dunia industri.

"Program pelatihan di-create karena menteri kita (Menteri Ketenagakerjaan) yang baru, Prof. Yassierli adalah pakar produktivitas. Beliau ingin ada program pelatihan yang bisa menjawab tantangan dari dunia industri dan dunia usaha," kata Yose.

Program pelatihan itu diimplementasikan melalui teori dan on-the-job training (OJT) dari para peserta latih dengan harapan bisa memberikan solusi bagi dunia usaha dan industri.

"Alhamdulillah dari program ini banyak peserta latih kita yang langsung direkrut oleh perusahaan tempat OJT," tambahnya.

Di samping itu, kata dia, Kemnaker saat ini juga sedang genjar-gencarnya merangkul industri untuk menerima dan terlibat langsung dalam program pemangganan fresh graduate.

Melalui program ini, lulusan perguruan tinggi yang magang di perusahaan diberikan insentif setara dengan upah minimum kabupaten/kota (UMK). Mereka juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan, minimal program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Salah satu perusahaan yang terlibat langsung dalam program pemagangan fresh graduate yakni PT. Pojok Satu Indonesia (Pojoksatu.id) dan PT. Sewaktu Media Nusantara (Sewaktu.com). Perusahaan yang berkantor di Bogor ini mendapat kuota magang 50 orang.

"Kami sedang mensosialisasikan program ini, mohon bapak/ibu teman-teman semua untuk bisa juga bersama-sama dengan kami mensosialisasikan program ini, sehingga angkatan kerja Indonesia ini bisa memenuhi standar dari apa yang diharapkan oleh dunia usaha dan dunia industri," jelas Yose.

Menurut Yose, program pemaganan ini adalah jawaban dari keluhan dunia usaha dan dunia industri yang menyatakan beberapa sarjana tidak produktif sesuai dengan ekspektasi dari dunia industri.

"Maka negara hadir memberikan insentif atau uang saku dan jaminan sosial untuk mereka. Tetapi mereka bekerja atau berkontribusi di industri dan usaha. Nah ini adalah satu peluang yang luar biasa untuk dunia usaha dan dunia industri," ucapnya.

"Kepada teman-teman yang ada di daerah (BLK) bisa bersama-sama dengan kami mensosialisasikan program ini, sehingga semakin banyak mitra dunia usaha dan industri yang terlibat dalam program pemangganan sarjana fresh graduate," tandas Yose Rizal. ***