POJOKSATU.id, JAKARTA --Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sejumlah pimpinan dan wakil dari negara-negara undangan mulai tiba di Indonesia.

Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (19/10), wakil pertama PM Rusia Denis Manturov tiba pertama pagi ini di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Manturov tampak menuruni tangga pesawat setibanya di Bandara Internasional Soetta. Ia disambut oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga.

Baca Juga: 17 Tahun Mati Suri, Akhirnya Stasiun Pondok Rajeg Kembali Beroperasi

Kedatangan Manturov juga diiringi oleh lantunan instrumen musik dan disambut secara kenegaraan oleh para pasukan TNI. Bendera Rusia dan Indonesia pun dikibarkan secara berdampingan.

Ia kemudian langsung diantar untuk menaiki mobil Kedutaan Besar Rusia yang telah diparkirkan di apron bandara dan dikawal dengan sejumlah personel lainnya.

Adapun selanjutnya Wakil Presiden Laos Pany Yathotou pun telah tiba di Bandara Soetta pada Sabtu sekitar pukul 11.00 WIB. Ia disambut oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) RI Sandiaga Uno.

Baca Juga: Skuat PSMS Antusias Menanti Kepastian untuk Bisa Berlaga di Stadion Utama Sumut

Sekitar pukul 13.00, tamu selanjutnya Wakil Perdana Menteri Qatar Dr Khalid bin Mohamed Al-Attiyah Tiba di Jakarta Jelang Pelantikan Presiden dan Wapres RI Periode 2024-2029, Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Ia disambut Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengatakan, sebanyak 20 Kepala Negara akan menghadiri pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Minggu (20/10).

Tidak hanya kepala negara, terdapat pula sekitar 34 perwakilan negara lain akan datang ke pelantikan presiden dan wapres RI.

Pelantikan Prabowo-Gibran akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta. Untuk mengamankan acara kenegaraan itu, Polda Metro Jaya mengerahkan 6.757 personel. TNI juga ikut mengamankan situasi dengan mengirim 100.000 personel.***