POJOKSATU.ID – Sosok Kolonel Cpl Antonius Hermawan belum lama ini tengah ramai jadi perhatian publik.
Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi usai Kepala Gudang Puspalad (Pusat Peralatan Angkatan Darat) tersebut telah gugur saat menjalani tugas.
Yang mana, perwira TNI ini tewas terkena ledakan amunisi yang dimusnahkan di kawasan Garut, Jawa Barat.
Tidak heran, postingan terakhir akun media sosial Kolonel Antonius Hermawan ramai disorot publik.
Sebagaimana dilansir Pojoksatu.id dari akun media sosial pribadi milik Antonius di Instagram @antoniushr.
Dalam unggahannya, terlihat dirinya bersama keluarga kecilnya tengah menikmati momen liburan bersama.
Yang mana, momen liburan tersebut diabadikan oleh Antonius saat tengah berada di perairan Banda Neira, Maluku.
Pada postingan selanjutnya, Kepala Gudang Puspalad ini juga mengunggah momen dirinya saat bertugas di Kepulauan Rempah tersebut.
Berdasarkan dari unggahannya, Antonius sempat bertugas di kawasan Maluku sejak 2022 silam hingga 2025.
Namun siapa sangka, unggahan yang diharapkan terus berlanjut ini justru menjadi postingan terakhir Antonius.
Sebab, dirinya baru saja gugur saat tengah menjalani tugas dengan meledakan amunisi kedaluawarsa di kawasan Garut.
Seperti diketahui, insiden mengenaskan ini dikabarkan bermula saat aparat TNI AD melakukan pemusnahan amunisi pada Senin (12/5/2025) pukul 09.30 WIB.
Yang mana, lokasi tempat pemusnahan amunisi kedaluwarsa itu terjadi di kawasan Desa Sagara, Cibalong, Garut.
Sebelum insiden terjadi, petugas yang menangani proses pemusnahan amunisi tersebut berhasil menjalankannya sesuai operasional.
Melihat fenomena itu, para warga yang berada di sekitar kejadian berusaha mendekat dan mencoba mengambil serpihan ledakan.
Baca Juga: Sosok Kepala Gudang Puspalad Korban Tewas Ledakan Amunisi Garut, Ternyata Jebolan Akmil Tahun 2007
Sebab, para warga yang mendekat itu mengira bahwa serpihan ledakan tersebut bernilai untuk diperdagangkan.
Namun, hal mengenaskan jutru terjadi saat para warga mencoba mengambil serpihan ledakan amunisi tersebut.
Yang mana, tiba-tiba ledakan susulan terjadi tidak jauh dari tempat para petugas TNI AD dan warga sipil berkumpul. ***



