POJOKSATU.ID - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa jajaran Kementerian HAM bekerja dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi.

Hal itu disampaikan Pigai secara langsung dalam sebuah pidato di lingkungan kantornya, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Dalam pidatonya, Pigai menekankan bahwa komitmen kerja di kementeriannya tidak sebatas jam kerja formal.

Baca Juga: Ternyata Jadi Penasehat Bupati Bekasi, Rieke Berpeluang Dipanggil KPK Soal Korupsi Bupati Ade Kuswara

Ia menyebut aktivitas kerja berlangsung sejak pagi, siang, sore, hingga malam hari.

Bahkan, menurut Pigai, ada pegawai yang sampai harus tidur di kantor demi menyelesaikan tugas-tugas negara.

“Karena kami kerja sungguh-sungguh. Pagi, siang, sore, dan malam. Sampai ada yang tidur di kantor,” kata Pigai, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com.

Baca Juga: Heboh KDM Minta STOP Rp100 Miliar untuk Bandara Sepi, BIJB Kertajati Disebut Boros APBD 'Digaji tapi Nggak Ngasilin'

Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian hadirin. Pigai kemudian meminta sejumlah pegawai yang kerap menginap di kantor untuk berdiri dan memperlihatkan diri.

Suasana pun berubah menjadi lebih cair ketika Pigai menyebut satu per satu durasi pegawai tersebut menghabiskan malam di kantor.

“Berdiri dulu kamu. Ini yang tidur di kantor. Mari tepuk tangan,” ucap Pigai disambut respons pegawai lainnya.

Baca Juga: Viral Survei Global Ungkap Indonesia Negara Paling Bahagia, Sampai Buat Prabowo Terharu! Meski Penghasilan Belum Tinggi

Pigai bahkan sempat menanyakan secara detail berapa lama pegawai tersebut menginap.

Awalnya disebut lima hari, lalu dikoreksi menjadi empat malam selama lima hari kerja.

Momen itu memperlihatkan bagaimana Pigai ingin menegaskan etos kerja tinggi yang sedang dibangun di Kementerian HAM.

Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Anak Politisi PKS Cilegon, Pelaku Kepergok Mencuri Sehingga Panik

Menurut Pigai, kerja keras tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab besar kementerian dalam menjamin, melindungi, dan menegakkan hak asasi manusia di Indonesia.

Ia menilai tantangan di sektor HAM sangat kompleks, sehingga membutuhkan dedikasi ekstra dari seluruh jajaran.

Pigai juga menekankan bahwa budaya kerja yang disiplin dan totalitas bukan untuk dipamerkan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Baca Juga: Revitalisasi Sekolah Digeber, Sumut Terima Rp852 Miliar untuk 897 Sekolah, Ini Rinciannya

Ia ingin memastikan bahwa Kementerian HAM tidak dipandang sebagai lembaga yang hanya bekerja secara administratif, tetapi benar-benar hadir menyelesaikan persoalan HAM secara nyata.

Pernyataan Pigai ini pun dinilai sebagai pesan kuat kepada publik bahwa reformasi birokrasi di tubuh Kementerian HAM terus berjalan.

Dedikasi pegawai yang rela menginap di kantor disebut sebagai bukti komitmen institusi dalam melayani kepentingan masyarakat dan negara.

Baca Juga: Keluarkan Permendikdasmen 25 Tahun 2025, Kemendikdasmen Dorong Manajemen Talenta Murid, Ini Tahapannya

Ke depan, Pigai berharap semangat kerja tersebut dapat terus dijaga, namun tetap memperhatikan kesehatan dan keseimbangan kerja pegawai.

Menurutnya, kerja keras harus dibarengi dengan manajemen yang baik agar kinerja kementerian tetap optimal dan berkelanjutan.***