POJOKSATU.id — Pemerintah Indonesia kembali menegaskan keberpihakannya terhadap perjuangan rakyat Palestina melalui pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sugiono menyampaikan sikap tersebut saat membacakan Pernyataan Nasional Indonesia dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang digelar di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat.

Dalam kesempatan itu, Sugiono menggarisbawahi perlunya seluruh negara menjalankan hukum internasional secara konsisten, menghormati kedaulatan, serta mengakhiri praktik kolonialisme.

Ia mengatakan isu Palestina menjadi salah satu persoalan yang secara nyata menguji penerapan prinsip-prinsip tersebut di tingkat global.

Baca Juga: Menlu Kecam Keras Serangan Israel ke Lebanon Selatan yang Sebabkan Anggota TNI Meninggal

"Di sinilah Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas atas prinsip-prinsip ini dan ujian bagi nurani kita. Pelanggaran nyata terhadap hukum internasional di Gaza dan Tepi Barat mengingatkan kita pada dunia pra-1945, dunia sebelum Piagam PBB, sebelum Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, dan sebelum empat Konvensi Jenewa 1949," kata Sugiono.

Menurut Sugiono, Indonesia memiliki pengalaman historis dalam menghadapi kolonialisme yang kemudian menjadi salah satu alasan negara ini secara konsisten menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina.

Ia mengingatkan bahwa perjuangan Indonesia untuk meraih kemerdekaan berlangsung ketika penerapan hukum internasional belum sekuat sekarang.

Pada masa tersebut, kata dia, kondisi dunia masih banyak dipengaruhi oleh apa yang disebut sebagai "hukum rimba".

Pengalaman sejarah itu turut menjadi dasar bagi Indonesia untuk terus mendukung hak rakyat Palestina dalam menentukan masa depan mereka.

Sugiono memastikan komitmen tersebut tidak akan berhenti sampai hak menentukan nasib sendiri terpenuhi dan Palestina dapat berdiri sebagai negara yang merdeka serta berdaulat.

Baca Juga: Natalius Pigai Anggap Kritik Dino Patti Djalal ke Menlu Sugiono Hanya Omong Kosong

"Indonesia akan terus berdiri bersama rakyat Palestina sampai hak mereka untuk menentukan nasib sendiri terpenuhi, dan sampai Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat terwujud berdasarkan solusi dua negara sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugiono menempatkan persoalan Palestina sebagai tantangan bagi PBB untuk membuktikan bahwa sistem multilateral mampu menjalankan prinsip-prinsip yang selama ini menjadi dasar organisasi tersebut.

"Palestina adalah ujian apakah sistem multilateral dapat menegakkan prinsip-prinsip yang diciptakan untuk dibelanya, dan apakah sistem tersebut dapat memberikan hasil nyata ketika paling dibutuhkan," kata Sugiono.

Dalam pidatonya, Menlu RI juga memberikan penghargaan atas kepemimpinan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres selama memimpin organisasi tersebut di tengah berbagai situasi global yang kompleks.

Sugiono menyebut sejumlah tantangan yang dihadapi dunia dalam periode tersebut, termasuk konflik bersenjata, pandemi global, krisis kemanusiaan, serta perkembangan teknologi yang berlangsung dengan sangat cepat.

Baca Juga: Menlu Abbas Araghchi Sebut Iran Siap Perang dengan AS, Bahkan Lebih Kuat dari Konflik 12 Hari 2025

"Indonesia menyampaikan apresiasinya atas kepemimpinan dan pengabdian beliau selama satu dekade terakhir. Di tengah berbagai tantangan ini, PBB terus menyediakan platform penting bagi dialog dan penyelesaian masalah secara kolektif," ujar Sugiono.

Ia kemudian berharap Sekretaris Jenderal PBB yang akan datang mampu meneruskan tugas penting dalam mempertahankan Piagam PBB sekaligus memperkuat peran organisasi tersebut di tengah dinamika global.

Sugiono juga menilai kepemimpinan yang kuat perlu diiringi keterlibatan penuh negara-negara anggota agar kerja sama multilateral tidak berhenti pada komitmen, tetapi mampu menghasilkan manfaat nyata.

Baca Juga: Mantan Menlu Retno Marsudi Terpilih dalam Daftar 8 Women with a New Vision for Earth 2026

"Kepemimpinan yang efektif juga harus disertai dengan komitmen penuh dari negara-negara anggota untuk membuat multilateralisme bekerja dengan baik," katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam rangkaian Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 yang berlangsung pada 22–28 September 2026 di Markas Besar PBB, New York.

Melalui pernyataannya di forum tersebut, Indonesia kembali menekankan penyelesaian konflik Palestina berdasarkan prinsip hukum internasional dan solusi dua negara.***