POJOKSATU.id - Kemarin baru Ayahnya yaitu Presiden ke 7 Jokowi yang berpidato di forum dunia Bloomber New Economy Forum.

Sekarang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi pusat perhatian atau viral.

Setelah tampil menyampaikan pidato berbahasa Inggris dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan.

Baca Juga: Ribuan Pelajar Karawang Adu Disiplin di LKBB 2025

Kehadirannya sebagai perwakilan Presiden Prabowo Subianto langsung menarik.

Sorotan publik setelah rekaman pidatonya menyebar luas dan memicu reaksi beragam di media sosial.

Dalam unggahan resminya dalam akun official Gibran Rakabuming pada Jumat 22 November 2025.

Gibran menjelaskan bahwa ia membawa salam dari Presiden Prabowo kepada peserta Indonesia–Africa CEO Forum.

Baca Juga: Beredar Risalah Rapat Syuriah Bocor, Ketua Umum PBNU Periode 2022-2027 Gus Yahya Diminta Mundur 

Gibran menegaskan bahwa forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan dengan negara-negara Afrika, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Gibran menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi global idealnya bukan hanya kuat, tetapi juga berjalan secara adil dan merata.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas penerimaan hangat dari Pemerintah Afrika Selatan kepada delegasi Indonesia.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Ikuti LKBB 2025 di Karawang

Menurutnya, kerja sama kawasan Asia–Afrika memiliki potensi besar untuk menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih seimbang dan inklusif.

Ia menyebut bahwa pertemuan tersebut memperkuat dasar hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang baru dalam kerja sama kebijakan.

Termasuk soal kemudahan mobilitas antarkawasan.

Seperti kebijakan yang ia katakan bahwa Visa Indonesia dan Afrika kini sudah bebas dan mudah.

Dalam forum itu, Gibran menyebut bahwa kedua presiden telah mencapai kesepahaman tentang kebijakan bebas visa.

Baca Juga: Lagi Trend Kepala Desa Banyak yang Korupsi, 459 Kades Korup, Kejaksaan Ngaku Kewalahan, Desa Maju Korupsinya Lebih Maju Lagi?

Yang menurutnya merupakan perkembangan positif bagi banyak pihak.

Bagian inilah yang kemudian menjadi cuplikan paling banyak dibagikan di media sosial. serta menjadi celah untuk para hatters yang suka mencari kesalahan

Setelah rekaman itu menyebar luas, berbagai platform media sosial langsung dibanjiri beragam reaksi dari Netizen.

Baca Juga: Ribuan Pelajar Karawang Adu Disiplin di LKBB 2025

Banyak warganet menilai kemampuan Gibran berbahasa Inggris terlihat lebih lancar dibanding ayahnya.

Presiden Joko Widodo, yang selama ini sering menjadi sasaran kritik terkait kemampuan bahasa asing.

Komentar bernada perbandingan itu mendominasi diskusi dan kembali mendorong nama Gibran menjadi topik hangat.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Ikuti LKBB 2025 di Karawang

Namun, gelombang kritik juga muncul tidak kalah deras.

Sebagian warganet menilai kelancaran Gibran tidak bisa dijadikan ukuran karena ia hanya membaca naskah pidato yang sudah disiapkan sebelumnya.

Bukan satu dua orang saja banyak netizen bahkan menyindir bahwa performanya mungkin akan berbeda jika ia diminta berbicara secara mendadak.

Atau menjawab pertanyaan langsung dalam bahasa asing terutama bahasa inggris yang biasa digunakan pada forum dunia.

Skeptisisme publik juga dipengaruhi oleh rekam jejak Gibran sejak awal menjabat sebagai wakil presiden.

Baca Juga: Ribuan Pelajar Karawang Adu Disiplin di LKBB 2025

Gibran sering menjadi objek perbandingan dengan wakil presiden sebelumnya.

Terutama dalam hal kemampuan diplomasi dan keluasan wawasan yang biasanya menjadi tuntutan pejabat di level nasional maupun internasional.

Publik kerap mengukur performanya berdasarkan standar para pendahulu yang dianggap lebih matang dalam menghadapi forum-forum global.

Baca Juga: BRIN Peringatkan Tiga Ancaman Lingkungan di Tangsel, Pemkot Diminta Perketat Pengelolaan Air Tanah

Selain itu, kemampuan penggunaan bahasa asing juga menjadi sorotan tersendiri.

Banyak yang menilai bahwa kecakapan berbahasa tidak hanya soal fasih dalam bahasa Indonesia.

Tetapi juga kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional yang dibutuhkan saat mewakili negara di luar negeri.

Hal inilah yang terus memicu diskusi tentang kesiapan Gibran tampil di panggung dunia.***