POJOKSATU.ID — Tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia terus mengalami perbaikan signifikan.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan nasional tercatat 66,46 persen dan inklusi keuangan 80,51 persen.

Hasil survei juga menunjukkan variasi capaian indeks berdasarkan klasifikasi wilayah, gender, usia, tingkat pendidikan, dan pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga: Bandung Jadi Saksi Lahirnya MH Soccer Academy, Markus dan Bima Sakti Siapkan Generasi Emas

Berdasarkan klasifikasi desa, masyarakat perkotaan mencatat indeks literasi keuangan 70,89 persen dan inklusi keuangan 83,61 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat perdesaan dengan masing-masing 59,60 persen dan 75,70 persen.

Berdasarkan gender, literasi keuangan laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan, masing-masing sebesar 67,32 persen dan 65,58 persen.

Namun dari sisi inklusi, keduanya hampir setara, yakni 80,73 persen untuk laki-laki dan 80,28 persen untuk perempuan.

Baca Juga: Bandung Jadi Saksi Lahirnya MH Soccer Academy, Markus dan Bima Sakti Siapkan Generasi Emas

Berdasarkan kelompok umur, indeks literasi tertinggi ditempati kelompok usia 26-35 tahun (74,04 persen), disusul 18-25 tahun (73,22 persen) dan 36-50 tahun (72,05 persen).

Sementara indeks inklusi keuangan tertinggi ada pada kelompok usia 18-25 tahun (89,96 persen), 26-35 tahun (86,10 persen) dan 36-50 tahun (85,81 persen).

Kelompok usia termuda 15-17 tahun dan lansia 51-79 tahun mencatat indeks paling rendah baik dalam literasi maupun inklusi keuangan.

Baca Juga: Berseteru dengan 2 Mantan Jenderal, AM Hendropriyono Sampai Ungkit Jasa Hercules di Perang Timtim

Berdasarkan tingkat pendidikan, semakin tinggi pendidikan, maka semakin tinggi pula indeks literasi dan inklusi keuangan.

Mereka yang lulus perguruan tinggi mencatat literasi keuangan sebesar 90,63 persen dan inklusi keuangan 99,10 persen.

Diikuti lulusan SMA/sederajat dengan 79,18 persen (literasi) dan 92,81 persen (inklusi). Sedangkan masyarakat yang tidak/belum sekolah mencatat angka terendah: 43,20 persen (literasi) dan 56,95 persen (inklusi).

Baca Juga: Momentum Emas Pecinta Film, 15 FILM TERBARU Tayang di Bioskop Mei 2025, dari FILM AKSI MARVEL Penuh Dilema, Horor Hingga Drama MENYENTUH HATI

Dari sisi pekerjaan, pegawai/profesional, pensiunan/purnawirawan, dan pengusaha/wiraswasta mendominasi indeks literasi dan inklusi keuangan tertinggi.

Pegawai/profesional mencatat literasi 85,80 persen dan inklusi 95,11 persen.

Diikuti pensiunan 74,11 persen (literasi) dan 100 persen (inklusi). Sebaliknya, kelompok tidak/belum bekerja serta petani/ peternak/nelayan berada di angka terendah, masing-masing 49,36 persen (literasi) dan 64,82 persen (inklusi).

Baca Juga: Ono Surono Nilai Wacana Vasektomi Syarat Bansos KDM Langgar Kewenangan

Untuk Metode Cakupan DNKI, capaian indeks lebih tinggi dibanding Metode Keberlanjutan. Indeks inklusi keuangan nasional mencapai 92,74 persen dengan literasi keuangan 66,64 persen.

Pola capaian menurut klasifikasi wilayah, gender, usia, pendidikan, dan pekerjaan juga menunjukkan tren yang sejalan, dengan kelompok masyarakat perkotaan, laki-laki, usia produktif 18-50 tahun, lulusan perguruan tinggi, serta pegawai/profesional menjadi kelompok dengan indeks tertinggi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Login KPPLI: Cara Mudah Mengakses Platform KPPLI untuk Berbagai Kebutuhan

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi menyatakan, peningkatan angka-angka ini mencerminkan makin luasnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan formal.

“Angka ini menjadi fondasi penting untuk penguatan edukasi keuangan yang lebih merata, khususnya bagi kelompok usia muda, masyarakat pedesaan, dan kelompok berpendidikan rendah,” ujarnya.

Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono menambahkan bahwa hasil survei akan menjadi panduan dalam perumusan kebijakan strategis di bidang keuangan inklusif, sesuai amanat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

Baca Juga: Siapa Restu Widiyantoro? Kolonel Inf Purnawirawan TNI Ditunjuk Jadi Dirut PT Timah Lulusan Akmil 1987

Survei SNLIK 2025 melibatkan 10.800 responden berusia 15-79 tahun di 34 provinsi, menggunakan metode stratified multistage cluster sampling dan pendataan rumah tangga pada periode 22 Januari hingga 11 Februari 2025. ***