POJOKSATU.id, GARUT—Pesta rakyat di alun-alun Garut Jumat sore (18/7) sekaitan pesta pernikahan putra Gubernur Jabar KDM, Maula Akbar, dengan Wabup Garut Putri Karlina berujung maut.

Tiga warga Garut tewas atau meninggal dunia karena berdesakan saat masuk ke alun-alun yang menyediakan makanan gratis dan hiburan itu.

Sebagai ayah mempelai pria, Gubernur Dedi Mulyadi (KDM) minta maaf dan akan memberikan uang duka Rp150 juta per orang atau per keluarga korban. 

Baca Juga: Tiga Tewas di Pesta Rakyat Alun-alun Garut, Bermula Berdesakan Mau Makan Gratis dan Lihat Hiburan

Usai mendengar info ini, KDM mengaku langsung pergi ke Garut. Hal itu diketahui dari unggahan media sosial KDM atau Instagram miliknya @dedimulyadi71.

“Saya mendengar kabar pernikahan Maula dan Putri bersama warga dikunjungi orang yang sangat banyak. Pada akhirnya menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.

“Saya menyampaikan ucapan duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan semoga ditermia iman Islamnya diampuni dosanya. Dan ditempatkan di sisi Allah di tempat yang sebaik-baiknya,” kata KDM.

Baca Juga: Panggung Hiburan Pernikahan Anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Berakhir Ricuh, Telan Tiga Korban Jiwa

KDM menyatakan akan memberikan bantuan uang kepada keluarga korban dan akan memberikan bantuan kepada anak korban hingga kuliah di perguruan tinggi.

“Kepada keluarga korban semoga diberikan ketabahan,” katanya.

Selain itu, Dedi bertanggung jawab terhadap pendidikan anak atau keluarga korban meninggal hingga perguruan tinggi.

“Dan terhadap nasib dari keluarga yang ditinggalkan, baik itu suami, anak, maupun istri, maupun anak-anak, saya bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarganya, pendidikan anak-anaknya sampai perguruan tinggi,” katanya lagi.

KDM akan memberikan uang kepada masing-masing keluarga sebesar Rp150 juta sebagai bentuk empati dari atas nama kedua mempelai.

“Tanpa mengurangi rasa hormat, kami pun memberikan uang duka kepada setiap keluarga masing-masing Rp 150 juta,” jelasnya.

"Kami memohon maaf atas perisitwa ini dan kami atas nama Maula dan Putri bertanggung jawab atas seluruh peristiwa tersebut," katanya.***