POJOKSATU.id, BANDUNG—Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan-pesan penting saat melantik panglima pasukan elit atau pasukan khusus tiga matra TNI AL, TNI AD dan TNI AU.
Pelantikan panglima pasukan khusus TNI berbarengan dengan pelantikan Wakil Panglima TNI, peresmian enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru dan berbagai kepentingan TNI lainnya.
Pelantikan para petinggi militer ini bersamaan dengan Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu (10/8/2025).
Presiden Prabowo melantik tiga panglima pasukan khusus atau pasukan elit milik TNI AD, AL dan AU yaitu Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Panglima Kopasgat Marsekal Madya TNI Deny Muis dan Panglima Korps Marinir Letjen TNI (Mar) Endi Supardi.
Baca Juga: Mahasiswa Teknik Metalurgi Untirta Kenalkan Talas Beneng sebagai Inovasi Antikarat di Pandeglang
Sementara Letjen TNI Tandyo Budi Revita yang semula WAKASAD dilantik sebagai Wakil Panglima TNI.
Presiden juga meresmikan enam Kodam baru. Presiden juga melantik panglima Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral).
Kemudian Komando Daerah Angkatan Udara, Komando Operasi Udara, penambahan tiga grup baru Kopassus, 20 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan TNI AD, 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan TNI AD, Brigade Infanteri Marinir TNI AL, Resimen Komando Korps Pasukan Gerak Cepat TNI AU, Batalyon Infanteri Marinir TNI AL, dan Batalyon Komando Kopasgat TNI AU.
Pesan-pesan Penting Prabowo
Prabowo mengingatkan bahwa perang kini tengah berkecamuk di berbagai belahan dunia, termasuk di Eropa dan Timur Tengah.
Ia menyoroti penderitaan rakyat sipil di wilayah konflik, yang menurutnya tak mampu dihentikan oleh kekuatan global.
Baca Juga: Presiden Prabowo Resmi Lantik 3 Panglima Pasukan Khusus, 6 Pangdam Baru, 1 Wakil Panglima TNI
“Saudara-saudara sekalian, keadaan dunia penuh ketidakpastian. Walaupun kita tidak suka perang, perang terjadi di mana-mana. Di kontinen Eropa, perang besar terjadi. Di Timur Tengah kita melihat bagaimana bangsanya lemah diperlakukan. Orang tua, ibu-ibu, anak kecil dibantai. Dan tidak ada yang bisa menghentikan itu,” ujar Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa meski Indonesia tidak berpihak pada blok manapun, situasi global membuat negeri ini tak memiliki alternatif selain membangun kekuatan pertahanan yang mumpuni.
“Indonesia tidak mau memihak blok mana pun. Tapi karena itu, tidak ada pilihan lain. Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa telah menunjukkan bagaimana Indonesia kerap diganggu setiap kali berupaya bangkit dan menyejahterakan rakyat.
“Setiap kali kita mau bangkit, kita diganggu. Setiap kali kita mau mensejahterakan rakyat kita, kita diganggu. Kekayaan kita dirampok. Kita diadu domba di antara kita,” ungkapnya.
Sebagai kepala negara, Prabowo menegaskan komitmen untuk menjaga wilayah, kedaulatan, dan kekayaan Indonesia, sesuai sumpah jabatannya sebagai Presiden.
“Kita harus mempertahankan wilayah kita. Kita harus mempertahankan kedaulatan kita. Kita harus mempertahankan kekayaan kita,” tandasnya.rmol news logo article
Di hadapan pasukan TNI dan para pemimpin yang baru dilantik, Prabowo menegaskan bahwa seorang pemimpin militer harus selalu berada di garis depan dan tempat paling berbahaya.
“Orang-orang yang dipilih sebagai pemimpin harus memimpin dari depan. Memimpin di tengah-tengah pasukan, berada selalu di tempat yang paling berbahaya, berada selalu di tempat yang paling kritis. Tidak ada komandan pasukan yang memimpin dari belakang,” tegas Prabowo.
Ia juga menitipkan pesan khusus agar para komandan menjaga dan membina prajurit dengan penuh tanggung jawab dan kasih sayang selayaknya mengasuh anak kandung sendiri.
“Bina anak buahmu sebaik-baiknya. Anak buahmu adalah bagaikan anak kandungmu sendiri. Pimpin dengan baik, jaga mereka dengan baik, latih mereka dengan baik, latih mereka dengan keras, tapi tidak dengan kekejaman,” ujarnya.
Prabowo menekankan bahwa TNI adalah tentara rakyat yang lahir, mengabdi, dan siap mati untuk rakyat.
“Kita adalah anak kandung rakyat. Kita mengabdi untuk rakyat, kita membela rakyat, dan kita siap mati untuk rakyat kita,” ucapnya.
Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan khusus kepada para Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) baru, Komandan Brigade, dan Komandan Batalion yang baru dilantik, untuk memimpin dengan teladan dan mengayomi pasukan layaknya keluarga sendiri.***




