POJOKSATU.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa aksi demonstrasi dan kerusuhan berpotensi mencelakakan bangsa jika tidak dilakukan secara tertib dan damai.
Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Di hadapan para kepala daerah dan pejabat pemerintah, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan menyampaikan pendapat.
Baca Juga: Geger! Prabowo 'Pede' Umumkan 1 Juta Lapangan Kerja Lahir dari Program MBG
Namun, ia menekankan bahwa kebebasan tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak disertai tindakan anarkis.
Menurut Prabowo, demonstrasi merupakan bagian dari sistem demokrasi dan sah dilakukan oleh siapa pun, tulis akun Instagram @Kompascom, senin 2 januari 2026, seperti dikutip pojoksatu.id.
Akan tetapi, ketika aksi tersebut berubah menjadi perusakan fasilitas umum atau kekerasan, dampaknya justru merugikan masyarakat luas dan mengganggu stabilitas nasional.
Baca Juga: Prabowo Bongkar Kemunafikan Negara Besar! Dulu Ajar Demokrasi, Kini Tutup Mata pada Pembantaian
Presiden menilai, kerusuhan dan konflik horizontal tidak hanya merusak ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Dalam situasi global yang penuh tantangan, Prabowo menekankan pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan dalam negeri.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyinggung dinamika politik nasional.
Baca Juga: Sosok Kiki Widyasari Ketua OJK Terbaru Ternyata Istri Jenderal Berpengaruh di Bidang Terorisme
Ia secara terbuka mempersilakan pihak-pihak yang tidak menyukai kepemimpinannya untuk berkompetisi secara sehat dalam kontestasi politik mendatang.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai penegasan komitmen Prabowo terhadap demokrasi konstitusional.
Ia menegaskan bahwa perubahan kepemimpinan harus dilakukan melalui mekanisme pemilu, bukan melalui tekanan jalanan yang berujung kerusuhan.
Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga persatuan dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.
Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengelola perbedaan tanpa kekerasan.
Baca Juga: Tersangka Riza Chalid Diduga Berada di Sini, Upaya Polri Dikomplen Aturan Negara Tersebut
Taklimat Presiden dalam Rakornas tersebut menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan daerah terkait pentingnya stabilitas nasional, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik global.
Dengan penegasan ini, Prabowo berharap demokrasi Indonesia dapat terus tumbuh secara sehat, dengan kebebasan berpendapat yang berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga ketertiban dan persatuan bangsa.***




