POJOKSATU.id, JAKARTA— Fakta baru diungkap keluarga Arya Daru Pangayunan dari Bantul Yogyakarta. Ternyata Arya pulang dua hari sebelum kejadian atau Minggu (6/7/2025).
Diplomat muda Kemlu ini berada di Bantul Yogyakarta selama dua hari yaitu Sabtu (5/7) dan Minggu (6/7).
Arya bahkan sempat berpesan pada anak istri akan membawa mereka jalan-jalan ke Candi Borobudur sebelum Arya berangkat ke Finlandia pada akhir Juli 2025 ini.
“Dia berencana mengajak anak-anaknya piknik ke Candi Borobudur sebelum berangkat tugas ke Helsinki, Finlandia,” kata kakak ipar Arya Daru, Meta Bagus, dikutip dari Tvonenewscom, Selasa (22/7).
Baca Juga: Bupati Gunungkidul Sentil Penerima Bansos: Tak Mau Nabung Tapi Sanggup Beli Rokok dan Skincare
Meta Bagus menyebut adik iparnya terakhir pulang pada Sabtu dan Minggu, tanggal 5 sampai 6 Juli 2025, atau dua hari sebelum kejadian, menemui anak dan istrinya di Bantul Yogyakarta.
Bagus menyebut, almarhum lebih sering bercerita soal aktivitas santainya, seperti jalan-jalan atau kuliner saat menjalankan tugas ke luar negeri. Dia tidak pernah bercerita mengenai masalah yang dia hadapi selama ini.
“Dia nggak pernah cerita soal kasus atau tugas-tugas penting. Paling cerita soal snorkeling atau kuliner,” kata Bagus.
Namun yang membuat keluarga semakin terenyuh adalah keinginan Arya yang sempat diungkap dalam obrolan terakhir.
Baca Juga: Nama Lima Orang Saksi Penting Digarap Polisi Kasus Meninggalnya Arya Daru Pangayunan
Dimana dia berkeinginan membawa anak-anaknya jalan-jalan ke Candi Borobudur sebelum berangkat ke Finlandia.
Terkait penyelidikan kasus, keluarga Arya memilih menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib.
Mereka berharap publik tidak berspekulasi berlebihan dan memberi ruang bagi proses hukum berjalan secara adil.
“Kami mohon doa untuk almarhum, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk proses hukum, mari kita tunggu perkembangan dari aparat,” tegas Bagus.
Baca Juga: Kompolnas Temukan Banyak Hal Penting Usai Temui Keluarg Arya Daru di Bantul, Termasuk Barang-barang
Keluarga Curiga Bukan Bunuh Diri
Keluarga Arya di Bantul curiga bahwa Diplomat muda alumni UGM ini dibunuh. Dasarnya dari komunikasi yang tiba-tiba terputus pada malam kejadian.
Menurut Meta Bagus, biasanya Arya Daru selalu menelpon anak dan istrinya sebelum tidur menggunakan video call. Namun pada malam kejadian,hal itu tak dilakukan.
Arya terakhir bertelepon dengan istrinya mengabarkan bahwa dia berada di Mall Indonesia dalam antrian menunggu taksi. Sesudahnya tidak ada komunikasi lagi.
Terlebih, komunikasi yang terputus secara tiba-tiba itu terjadi hanya beberapa jam sebelum jenazah ditemukan.
Beberapa kali istri Arya Daru mencoba menghubungi suaminya, namun Hp nya selalu mati.
Kondisi ini membuat keluarga semakin curiga bahwa kematian Arya bukan disebabkan oleh bunuh diri.***




