POJOKSATU.id, Binjai - Pertumbuhan ekonomi di Kota Binjai tahun 2022 meningkat menjadi 4,18 persen, dibandingkan tahun 2021 sebesar 2,23 persen. Hal ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan terhadap aspek kesejahteraan masyarakat.
Hal ini disampaikan Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, MAP pada pembukaan kegiatan Musrenbang RKPD Kota Binjai tahun 2024 di Pendopo Umar Baki Binjai, Rabu (08/03).
"Pertumbuhan ekonomi Kota Binjai tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menggerakkan ekonomi masyarakat seperti UMKM dan IKM yang ada," sebut Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah
Peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kota Binjai ini, juga dilihat berdasarkan hasil survei sosial ekonomi nasional tahun 2022, dimana persentase penduduk miskin Kota Binjai sebesar 5,1 persen. Kondisi ini menurun dibandingkan tahun 2021 yaitu berkisar 5,81 persen. Atau jumlah penduduk miskin tahun 2022 sebesar 14.610 jiwa menurun sebesar lebih kurang 1.850 jiwa dibandingkan tahun 2021 berjumlah 16.460 jiwa.
"Penurunan ini melalui upaya peningkatan tingkat pendidikan masyarakat, begitu juga waktu produktif masyarakat semakin bertambah, serta distribusi pendapatan masyarakat semakin merata, sehingga kondisi masyarakat miskin Kota Binjai berada pada peringkat kedua terendah se-Sumatera Utara," ujarnya
Pada sambutannya, Wali Kota Binjai menyampaikan penyelenggaraan Musrenbang merupakan mekanisme perencanaan tahunan dalam rangka mengakomodir kepentingan masyarakat sekaligus sebagai wadah partisipasi untuk menghasilkan rencana program dan kegiatan pembangunan yang lebih aspiratif dan transparan serta bertanggungjawab.
"Kami bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah Kota Binjai bersama DPRD sampai saat ini masih tetap konsisten untuk meningkatkan pelayanan di semua sektor," tuturnya
Pada kali ini Musrenbang di Kota Binjai mengambil tema Peningkatan Kualitas Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi. Kegiatan ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Tarsudi, SP, M.Si, Dr. Eriadi, SE, M.Si, dan Robert Maruli Tua Sianipar, SE.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut H. Faisal Arif Nasution, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung berjalannya kegiatan Musrenbang ini.
"Perencanaan tahun 2024 merupakan hal yang krusial, dimana wali kota dan wakil wali kota akan menyelesaikan kepemimpinannya pada tahun 2024," ucapnya.
Faisal juga menekankan, pelaksanaan musrenbang ini tidak hanya sekedar formalitas, tetapi harus betul-betul membahas substansi perencanaan jangka pendek serta jangka tahunan. Sehingga perencanaan untuk tahun 2024 dapat tersusun dengan baik dan tepat sasaran, yang pada akhirnya apa yang akan diharapkan oleh masyarakat benar-benar dapat terwujud.
"Saya berharap pemerintah Kota Binjai mengoptimalkan forum ini sebagai bagian dari penajaman permasalahan, isu strategis dan kebijakan perencanaan pembangunan kedepan," tutupnya.
Forum ini dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Hendra Susanto, Kapolres Binjai AKBP Hendrick Situmorang, Kajari Kota Binjai Jufri, SH, MM., Kepala Pengadilan Negeri Binjai Fauzi, SH, MH., Kepala BNNK Binjai Kombes Pol. Magdalena Sirait, para pimpinan instansi vertikal se-Kota Binjai, para pimpinan bank se-Kota Binjai, Ketua I TP. PKK Kota Binjai Winda Widya Rizky Yunanda Sitepu, Sekda Kota Binjai H. Irwansyah Nasution, S.Sos., Tenaga Ahli Wali Kota Binjai Prof. Imam Jauhari, SH, M.Hum., para Staf Ahli Wali Kota Binjai, para asisten Sekda Kota Binjai, para pimpinan OPD Kota Binjai, para Camat dan Lurah, para Ketua Lembaga Pemerintahan Non Struktural Kota Binjai, para Ketua Organisasi Kepemudaan se-Kota Binjai, serta para tokoh agama dan tokoh masyarakat Kota Binjai. (TIK/pojoksatu)




