POJOKSATU.id, JAKARTA-- Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden ke-5 Megawati Soekarno Putri seperti sebuah langkah rekonsiliasi dua raja.

Pertemuan kedua tokoh bangsa itu tentunya menjadi harapan baru bersama agar situasi yang sebelumnya panas bisa kembali sejuk dengan sama-sama berpikir memajukan bangsa dan negara ini.

Pertemuan antara keduanya pun mendapatkan apresiasi dari Tim Hukum Merah Putih yang merupakan organ relawan pendukung Prabowo-Gibran.

"Kita sebagai relawan dari Pak Prabowo sangat mengapresiasi langkah-langkah itu. Bagaimana pun juga pertemuan yang ditunjukkan itu mudah-mudahan bisa menjadi langkah baru ke depan pemerintah dibawah Prabowo Subianto ini semakin kuat," kata Kordinator Tim Hukum Merah Putih, C. Suhadi di Jakarta, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga: Pertengkaran Suami-Istri, Anak jadi Korban, Kritis Usai Dianiaya Ayah Kandungnya

Menurutnya, pertemuan keduanya itu bisa menjadi angin segar terhadap persatuan bangsa. Meski begitu, jika nanti PDIP berada dalam pemerintahan, kritik dan saran untuk membangun itu tetap diperlukan.

"Kita juga mengapresiasi sikap dari Ibu Mega sebagai ketua umum PDIP yang begitu sangat elegan bisa menerima Bapak Presiden Prabowo. Tentunya kita tidak ingin mendengar isu-isu yang menyerang dan sebagainya pasca pertemuan itu," ujar Suhadi.

Selain itu, kata dia, dalam pertemuan kedua tokoh bangsa itu tak lepat dari andil Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menjadi penghubung pertemuan keduanya.

"Tak lupa kita juga berterimakasih dengan Pak Dasco (Sufmi Dasco,red) yang begitu piawai dalam memerankan pertemuan ini. Dari tangan beliau inilah pertemuan tersebut bisa terjadi," ucapnya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 4.1 Guncang Bogor Kota, Berikut Deretan Kerusakan Rumah Warga

Untuk diketahui Prabowo mengunjungi Megawati ke kediamannya di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (7/4/25) kemarin.

Dalam pertemuan itu, selain membicarakan hal-hal pribadi, keduanya juga mendiskusikan isu-isu penting, seperti perang dagang Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah, serta berbagai topik strategis nasional yang menyangkut kesejahteraan rakyat dan keberlangsungan negara.***