POJOKSATU.ID - Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November di Indonesia merupakan pengingat sejarah rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan.

Sejarah bermula dari peristiwa yang terjadi pada tahun 1945, ketika rakyat Indonesia harus menghadapi ancaman dari pasukan Inggris.

Inggris yang bersekutu dengan NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ingin mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia pasca kemerdekaan.

Baca Juga: Titik Pulang

Pertempuran besar di Surabaya diawali oleh serangkaian insiden, termasuk insiden Hotel Yamato pada 19 September 1945.

Terjadi di mana pemuda Surabaya merobek bendera Belanda dan menggantinya dengan Merah Putih.

Suasana semakin memanas ketika Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pemimpin pasukan Inggris, terbunuh pada 30 Oktober, yang akhirnya memicu ultimatum Inggris agar rakyat Surabaya menyerah dalam waktu 24 jam.

Baca Juga: Dukungan dan Doa KH. Said Aqil Siroj untuk Tri Adhianto dan Abdul Harris di Pilkada Bekasi 2024

Rakyat Surabaya yang dipimpin oleh tokoh-tokoh seperti Bung Tomo, menolak ultimatum ini dan memilih untuk mempertahankan kota mereka.

Namun ultimatum tersebut tidak diindahkan oleh para pemimpin perjuangan arek-arek Surabaya dan segenap rakyat kala itu.

Sehingga Inggris menyerang Kota Surabaya dari berbagai arah dan membuat pecahnya pertempuran terbesar di Surabaya pada 10 November 1945.

Baca Juga: 27 November 2024 Bakal Jadi Libur Nasional, Kesempatan Emas Gunakan Hak Pilih Pilkada

Peringatan Hari Pahlawan 10 November ditetapkan melalui Keputusan Presiden No. 316 Tahun 1959, sebagai penghormatan kepada seluruh pejuang demi kemerdekaan bangsa.

Semangat perjuangan yang terjadi di Surabaya pada saat itu masih menjadi inspirasi bagi bangsa untuk selalu para pahlawan dalam menjaga kedaulatan negara Indonesia.***